Pegadaian Dorong UMKM Garap Ekspor 

0
867

RADAR PALEMBANG – PT Pegadaian Palembang  mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah untuk mengembangkan sayap bisnisnya dengan menggarap pasar ekspor. Persereoan pun memfasilitas antara pelaku usaha untuk sharing kiat dan lika-liku menembus pasar global.

Acara yang dibesut Pegadaian ini bertajuk  The Gade Talk Home Industry dengan tema Rahasia Pengusaha Memasuki Pasar Global. Acara ini dihadiri oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Kota Palembang, Rumah Kreatif BUMN Bank Tabungan Negara (RKB BTN) Palembang dan Yuk Bisnis (YUBI), Sabtu (28/9).

Hadir sebagai bintang tamu Irna Agustine, Owner Bantal Cantik Alisha dan Alishamarsya. Mereka berbagi pengalaman dan trik memasuki pasar global serta Fachrul Rozi, Pemimpin PT Pegadaian (Persero) Cabang Kenten yang memperkenalkan produk-produk Pegadaian.

Irna mengatakan sebelum memasuki orientasi pasar, sebaiknya mempersiapkan strategi pemasaran yang tepat.  Dia juga membocorkan  rahasia khusus hanya untuk yang di The Gade Coffee & Gold. “Kita harus paham komponen produk apa yang tepat di negara tujuan, kualitas produk homemade, harga, ukuran, filosofi dari produk kita, kemasan, dan siapa yang membeli produk kita,” paparnya.

Sementara Fachrul Rozi memaparkan, pada intinya Pegadaian selaku BUMN dalam menjalankan bisnis operasional rutin tidak hanya mencari  laba atau untung saja, tapi Pegadaian punya amanah dari pemerintah bahwa sekian persen keuntungan disalurkan kembali ke masyarakat.  “Kami berkewajiban memberikan edukasi dan memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk mendapatkan ilmu yang baru,” ujarnya

Ditambahkan Fachrul, kalau dulu orang tahunya Pegadaian hanya sebagai tempat orang yang lagi kepepet butuh uang dengan menggadaikan barang. “Seiring perkembangan zaman, Pegadaian juga mengalami pergeseran, makin kesini visi Pegadaian ingin menjadi supermarket kebutuhan finansial semua masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini juga Fachrul memperkenalkan salah satu produk unggulan Pegadaian yang ada kaitannya dengan pengusaha yaitu pembiayaan kredit untuk usaha mikro dan kecil. “Sedikit banyak miriplah dengan perbankan untuk persyaratan. Untuk jaminannya kita menerima BPKB maupun surat berharga seperti sertifikat tanah dan rumah dengan syarat sertifikat tersebut statusnya hak milik atau hak guna bangunan,” ulasnya. (hen)

 

 

 

LEAVE A REPLY