Pegadaian Ajak Investasi Emas Secara Sederhana

0
204

RADAR PALEMBANG – Bagaimana melakukan investasi secara tepat ? Hal ini dibahas lebih dalam oleh Vice President PT Pegadaian (Persero) Area Palembang Sumsel-Babel, HM. Aris Suroso dalam kegiatan rutin mingguan “The Gade Talk” dengan menghadirkan bintang tamu Asia, Owner Asia Songket serta komunitas handicraft yang ada di kota Palembang.

Aris mengatakan, kebanyakan orang umum mengartikan kata-kata berinvestasi sepertinya jumlahnya harus besar, harus banyak, kalau sudah dengar seperti ini saja pasti banyak orang mundur walau dikemas dengan cara yang apik. Oleh karena itu Pegadaian berusaha selalu mendekatkan masyarakat dengan cara-cara sederhana yaitu dengan mengajak masyarakat khususnya ibu-ibu. Kenapa Pegadaian menyasar ibu-ibu ? karena dalam keluarga, mereka sudah biasa sebagai manager keuangan.

“Kami mensosialikan emas dengan cara sederhana yaitu dengan cara menabung emas, walaupun sebenarnya sejak tahun 2006, Pegadaian sudah ada produk cicilan emas berupa emas batangan yang dibeli dengan cara dicicil dengan angsuran tetap setiap bulannya. Menabung emas manfaatnya luar biasa, dari dulu hingga sekarang, dengan emas hampir segala kebutuhan bisa diatasi,” katanya.

Harga emas setiap tahun mengalami kenaikan. Tahun 2006, lanjut Aris, harga emas per gram berkisar Rp350 ribu, tahun 2012 di angka Rp400 ribu, tahun 2019 sudah mendekati Rp800 ribu. Sementara daya beli uang setiap tahunnya semakin menurun nilainya. “Kalau dulu uang satu juta bisa dapat belanjaan satu troli, kalau sekarang belanja 1 juta cuma dapat setengah troli. Ayo mulai sekarang belanjanya jangan belanja barang, tapi belanja emas, karena emas semakin naik, karena banyaknya permintaan,” ajaknya.

Ditambahkan Aris, dari dulu kebanyakan orang menyimpan emas sebagai cadangan, karena emas sangat cepat diuangkan dibanding aset yang lain. “Zaman dulu orang tidak mengerti apa itu saham, cuma tahu emas. Dibandingkan dengan tanah, harga emas jauh di bawahnya, tapi kalau butuh uang, emas bisa cepat menyelesaikan masalah dibandingkan dengan tanah,” tuturnya.

Dengan catatan, dikatakan Aris, investasi emas akan menguntungkan apabila dilakukan dalam jangka panjang, tidak dalam jangka waktu pendek, apalagi mingguan atau harian.

“Salah satu manfaat investasi emas untuk jangka panjang bisa dipergunakan untu biaya pendidikan dan beribadah. Misalnya anak kita saat ini duduk di bangku SD, tiga tahun ke depan mau masuk ke SMP favorit. Biaya masuk ke SMP favorit sekitar Rp18 juta.
Dengan harga emas sekarang hampir Rp800 ribuan per gram, maka kita perlu sekitar 25 gram emas untuk membiayainya. Kalau kita menabung uang, tiga tahun ke depan uang masuk sekolah favorit belum tentu masih di angka Rp18 juta, biasanya ada kenaikan. Tapi kalau kita menabung emas, nilai emas cenderung naik, nanti pada saat anak kita mau masuk SMP favorit dengan tabungan emas itu semua bisa teratasi. Emas juga bisa didapatkan dengan cara dicicil dalam jangka waktu tiga hingga 36 bulan, dengan nominal yang sama tiap bulan,” terangnya.

Sementara untuk beribadah, tabungan emas bisa dipergunakan untuk pembiayaan ibadah haji. Cukup 3,5 gram emas bisa didaftarkan untuk mendapatkan porsi haji. Untuk tahun 2019, biaya pembiayaan ibadah haji berkisar Rp35 juta – Rp36 juta.“Kalau disimpan dalam bentuk emas justru lebih murah, dengan harga emas sekarang hampir Rp800 ribuan untuk berangkat haji cukup 40 -50 gram emas saja,” pungkasnya. (hen)

LEAVE A REPLY