Pedagang Ayam Tepis Isu Flu Burung

0
431
Pedagang ayam. Mereka menepis isu merebaknyo flu burung

RADAR PALEMBANG – Pada awal tahun 2020 lalu, sempat beredar kabar ditemukannya kasus Virus Flu burung di Palembang. Hal tersebut dikonfirmasi setelah dilakukan uji sampel terhadap ratusan ayam kampung yang mati mendadak di Kecamatan Kalidoni.

Dalam seminggu terakhir harga daging ayam di pasaran melonjak. Per kilogramnya mencapai Rp 30.000. Menurut pedagang Ayam Edison,  di Pasar 26 Ilir,  belum ada kasus flu burung. Belum ada ayam mati mendadak. “Untuk seminggu yang lalu itu lumayan mahal, naik turun harganya di kisaran harga 27 ribu sampai 30 ribu, untuk isu flu burung sejauh ini belum ada kabar ayam mati mendadak ya, ayamnya masih sehat” terangnya kepada Radar Palembang, Rabu (19/02/20)

Edison juga tidak dapat memastikan apakah penurunan minat beli ini disebabkan oleh isu flu burung tersebut. Hal senada juga dibenarkan oleh Fenta, pemasok ayam di Pasar Sekip Palembang. Dia mengaku dalam seminggu terakhir minat beli dari masyarakat turun, dan menurutnya stok ayam dari peternak juga berkurang tapi ini tidak berpengaruh dengan isu flu burung.  “Sekarang harga jual naik jadi 30-31 ribu/Kg, karna pembeli juga sepi, awal tahun kemarin sempat turun masuk bulan ini jadi melonjak lagi”, pungkasnya.

Sama halnya dengan Soraya pedagang warung sayur di Pipa Reja yang biasa membeli barang dagangan dari Pasar Induk Jakabaring. Menurutnya, saat ini menjual daging ayam seharga Rp 35.000/Kg. Harga ini tentu terbilang tinggi dibandingkan dengan beberapa minggu sebelumnya. Ia mengungkapkan stok ayam dipasar masih banyak dan tidak ada penurunan namun harganya cenderung naik, menurutnya ini disebabkan karna minat beli masyarakat yang juga menurun.

“Kalau penurunan daya beli karna isu flu burung rasanya kurang tepat. Seharusnya kalau memang ada kasusnya pasti harga ayam turun karna pedagang takut daging ayamnya tidak laku dan membusuk, stok ayam dipasar juga masih banyak” jelasnya.(mg2)

 

LEAVE A REPLY