Pantau Kebasahan Gambut

 

 

 

 

 

 

 

RADAR PALEMBANG – Pemerintah Kahupaten Muba telah memasang dua alat Water Level Data Logger (WLDL) untuk mendeteksi tingkat kebasahan gambut secara online di Desa Kepayang. Hal ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini kerawanan kebakaran di lahan gambut.

” Kita telah memasang dua alat WLDL di desa kepayang, ” ujar Plt Bupati Muba melalui Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir H Sulaiman Zakaria MT saat membuka kegiatan Lokakarya Tata Kelola Gambut Berbasis Desa Gambut Kabupaten Muba di Meeting Room Wisma Altet Sekayu, kemarin.

Dijelaskanya, Pemkab Muba bersama mitra (baik perusahaan maupun LSM/NGO) dan masyarakat, telah dan akan melakukan upaya dalam mewujudkan pembangunan dan pengelolaan hutan serta lahan gambut yang lestari, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Berbagai upaya yang telah adilakukan dengan dibentuknya dan dikuatkan kelembagaan Kelompok masyarakat peduli api (KMPA) dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), terutama di kecamatan & desa-desa yang sangat rawan kebakaran hutan dan lahan,”ujar Sulaiman.

Hadir dalam Kegiatan tersebut Asisten Deputi III bidang Edukasi, Sosialisasi, partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut – RI, Tim Restorasi Gambut Daerah Sumatera Selatan, Direktur Hutan Kita Institute (HaKI) Sumatera Selatan dan peserta yang berasal dari SKPD, 14 Kepala desa, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Perempuan.

Asisten Sekda mengatakan Pemkab Muba bersama mitra (baik perusahaan maupun LSM/NGO) dan masyarakat, telah dan akan melakukan upaya dalam mewujudkan pembangunan dan pengelolaan hutan serta lahan gambut yang lestari, berkeadilan, dan berkelanjutan.

“Berbagai upaya yang telah adilakukan dengan dibentuknya dan dikuatkan kelembagaan Kelompok masyarakat peduli api (KMPA) dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), terutama di kecamatan & desa-desa yang sangat rawan kebakaran hutan dan lahan,”ujarnya.

Asisten Deputi III bidang Edukasi, Sosialisasi, partisipasi dan Kemitraan Badan Restorasi Gambut – RI Muhammad Yusuf mengatakan Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia sangat mendorong terlaksananya kegiatan ini karena Berdasarkan Peraturan Presiden No 1 tahun 2016, bahwa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)  merupakan salah satu dari empat Kabupaten di Indonesia yang menjadi Prioritas Perencanaan dan Pelaksanaan Restorasi Ekosistem Gambut sampai tahun 2020 oleh BRG-RI.

“Kami mengharapkan kegiatan yang dilaksanakan ini dapat memberikan hasil yang operasional sangat detail sehingga dapat di masukkan dalam rangka karya,” tutupnya.

Sementara itu, Staf Khusus Bupati Bidang Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup, Adiosyafitri Ph D selaku ketua pelaksana dalam laporannya mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menyusun rencana pengelolaan gambut dan pengembangan desa gambut yang berbasis kebutuhan masyarakat/desa dan sinkronisasi rencana dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait dalam mewujudkan restorasi Gambut. (ace)

 

No Responses

Tinggalkan Balasan