Panik Saat Tahu WA, FB dan Instagram Diblokir

0
445
Pegawai salah satu toko di Tiongkok sedang menunjukan salah satu produkteknologi HP asal Tiongkok

 

RADAR PALEMBANG Jalan jalan ke Tiongkok (3)

Saat tiba di Kota Nanning Tiongkok selain kagum dengan keindahan kota dan canggihnya teknologinya, ada juga perasaan bingung dan panic yang dialami awak media yang diundang konsulat Jenderal Tiongkok wilayah Sumatera di Medan ke Tiongkok. Apa itu? Berikut gambarannya.

M. ASIF ARDIANSYAH- TIONGKOK

 

TEPAT pukul 16.00 Wib awak media tiba di bandara Internasional Wuxu Nanning Airport. Setelah mengurus keimigrasian rombongan keluar dari bandara. Saat keluar dari Bandara sembari menunggu jemputan dari Konsulat Jenderal, layaknya orang yang baru pertama kali menginjakan kakinya di negeri orang, langsung mengeluarkan Hp untuk berpoto-poto dan berselfi ria di objek-objek poto yang menunjukan ciri khas Kota Nanning Ibu kota Provinsi Guangxi Tiongkok.

Kelang lima belas menit jemputan tiba dan membawa rombonan menuju hotel sepanjang perjalanan awak media dibuat terkagum kagum sembari moto tempat yang dianggap menarik. “Ntar sampai hotel ada Wifi, langsung kita upload di Facebook, Wa dan Instagram,”ujar salah satu awak media.

Sekitar 1,5 jam perjalanan tibalah rombongan media ke hotel bintang 5 UPSKY yang letaknya ditengah kota Nanning. Kurang lebih 10 menit menunggu kunci kamar mulai dibagikan oleh ketua rombongan Armin dari Media Hengpo. “Wah, kita dianggap tamu negara karena dapat kamar presidential suite,”ucap Armin sembari menyebut pukul 19.00 waktu Tiongkok kelantai II untuk makan bersama karena di jamu oleh Mr Chow staff Nanning People’s Association for Friendship with Foreign Countries.

Setelah menerima kunci kamar dan mulai memasuki kamar masing-masing. Saat masuk kamar hotel awak media termasuk wartawan koran ini terkejut karena fasilitas kamarnya serba wah. Ada kursi dan meja tamu, meja kerja, kasur yang lebar, tempat mandi dengan fasilitas Bathup dan minibar.  Bener bener luar biasa presiden suite.

Karena waktunya singkat, setelah mandi rombongan tak sempat membuka Hp dan langsung memenuhi undangan Mr Chow dilantai II. Tiba dilantai II semua hidangan ala Ciatok dengan 9 menu makanan halal sudah tersedia di meja dan diantarkan secara bertahap dimeja makan.

Usai makan awak media dipersilahkan kembali ke kamar untuk istirahat. Semua kembali kekamarnya masing-masing termasuk wartawan koran ini. Setelah mengambil Hp wartawan koran ini merebahkan diri kekasur sembari memasang Wifi Hotel dan mulai ngotak-atik Hp.

Aplikasi yang pertama kali dibuka adalah WA untuk menghubungi anak istri di Palembang. Namun saat membuka Wa ternyata tak berfungsi lalu mencoba membuka aplikasi facebook dan instagram ternyata sama.

Bingung dan panik karena tak bisa berkomunikasi dengan keluarga untuk memberikan kabar kalau sudah tiba di Tiongkok dan tak bisa mengupload poto yang sudah diambil saat tiba di Nanning. Wartawan koran ini mencoba menemui awak media lain yang kamarnya letaknya tak berjauhan. Setelah bertemu, ternyata semua awak media juga mengalami hal yang sama tak bisa berkomunikasi dengan keluarga di Palembang karena Wa, Instagram dan Facebook tidak bisa berfungsi.

Esok paginya, saat pemandu datang untuk berdarmawisata awak mediapun menanyakan apa sebab WA, Facebook dan Instagram tak bisa berfungsi. Menurut Simon, pemandu wisata, memang saat ini seluruh aplikasi luar khususnya Amerika mulai dari WA, FB, Instagram, Google dan Youtube diblokir oleh pemerintah Republik Tiongkok. “Ada yang tak berfungsi sama sekali tapi ada juga yang hanya bisa chat dan nelpon lewat WA saja tapi tak bisa mengaploud dan mengunduh poto dan video,”katanya.

Simon juga mengatakan tidak tahu mengapa aplikasi dari Amerika tersebut diblokir oleh pemerintah RRT. “Mungkin pengaruh perang dagang antara Tiongkok dan Amerika,”ujarnya.

Meski begitu warga Tiongkok tetap bisa menggunakan aplikasi produksi dalam negeri diantaranya We Chat, Line, KakaoTalk, Hangout, Skype dan telegram. “Kita tetap enjoj dan nggak ada masalah. Malah aplikasi kita mungkin lebih baik dari produksi luar negeri,”kata Simon sembari menyebut untuk menelpon para wisatawan bisa langsung menggunakan no telpon Tiongkok dengan kisaran antara Rp 350 ribu hingga Rp 700 ribu..

Setelah mendapat penjelasan dari pemandu wisata rami-rami awak media mengunduh aplikasi Tiongkok dan memang setelah menggunakan aplikasi produksi Tiongkok bisa berkomunikasi dengan keluarga. (*/bersambung)

LEAVE A REPLY