Palembang Zona Merah, Wako: Perketat Prokes!

0
295
Walikota Palembang H.Harnojoyo

RADAR PALEMBANG – Tingginya sebaran Covid-19 di Kota Palembang cukup dikhawatirkan banyak pihak. Pasca PSBB dan memasuki new normal, Palembang memperoleh predikat zona merah. Walikota Harnojoyo, pun menegaskan agar penerapan protokol kesehatan (Prokes) diperketat.

Saat ini beberapa sumber menyatakan Kota Palembang kembali ke zona merah (Zona resiko tinggi). Walikota Palembang, H Harnojoyo menyebutkan bila dirinya belum mengetahui pasti soal penetapan zona baru tersebut. “Saya belum tahu, malah baru dari teman-teman (media) ini saya dengar. Tapi saya kira penetapan zona ini tidak terlalu pengaruh. Yang penting adalah bagaimana menggugah kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan,” katanya, Rabu (1/7).

Hal paling mendasar yang perlu untuk terus ditingkatkan adalah soal kesadaran masyarakat untuk standar protokol kesehatan. Ia pun belum memiliki wacana untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kembali. “Saya kira PSBB pun tidak menyelesaikan masalah ini terkait penularan selama kesadaran masyarakat masih rendah,” ujarnya.

Harno mengungkapkan, bila saat ini gugus tugas masih bekerja semaksimal mungkin untuk mendisiplinkan masyarakat terhadap protokol kesehatan. Upaya yang dioptimalkan akan mendatangi tempat-tempat yang menimbulkan keramaian seperti pasar atau lainnya. “Tujuannya agar masyarakat bisa memahami soal protokol kesehatan. Begitu juga pelaku usaha yang juga diharap bisa mendukung hal ini,” jelasnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tak perlu khawatir dan tetap menjaga kesehatan, sehingga imun tubuh bisa melawan semua virus terutama Covid-19. “Silakan yang mau bersepeda dan berolahraga untuk meningkatkan imun tubuh. Tapi tetap harus selalu mengedepankan protokol kesehatan, pakai masker dan jaga jarak,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Dinkes Kota Palembang, Yudhi mengatakan, pihaknya telah mendapatka info terkait Palembang masuk zona merah berdasarkan perhitungan dari gugus tugas covid-19 tingkat pusat dari media. Namun, menurutnya terjadi perbedaan data yang dipergunakan.”Mungkin data mereka tidak terupdate,

Indikator yang di buat oleh gugus tugas pusat, tadi saya sudah kontak ke pak Yusri di Provinsi Sumsel tapi belum ada datanya. Kalau ada data bisa di bandingkan mana yang kurang dan perlu diperbaiki,” pungkasnya.(spt)

 

LEAVE A REPLY