Palembang Kena Asap Kiriman

0
736

 

RADAR PALEMBANG– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel menilai, serangan kabut asap yang menyelimuti kota/kabupaten di Sumsel, berasal dari kiriman sejumlah daerah tetangga. Setidaknya, berdasarkan pantauan satelit Aqua, Fire Information of Resource Management System (FIRMS) dan University of Maryland USA (NASA), titik api yang diduga berasal dari kegiatan pembakaran lahan juga terpantau di daerah Bengkulu dan Jambi.

“Saat ini, titik api sudah jauh menurun. Kalau di lapangan biasanya siang banyak terjadi pembakaran lahan. Saat ini, sedang ramai juga ditemukan titik hotspot dari Bengkulu dan Jambi. Jadi mungkin asap dari sana juga yang saat ini. Untuk di Sumsel Water Bombing akan terus dilakukan untuk pemadaman. Karena dari darat tidak terjangkau. Selang dari kendaraan pemadam cuma sampai 200 meter,” kata Yulizar di kantornya, Senin (8/9).

Sampai saat ini, telah terjadi penurunan titik hotspot yang ada di Sumsel. Pada awal September lalu, sebanyak 201 titik hotspot yang terpantau, kini menjadi 21 titik hotspot, data tersebut diambil dari 1-7 September 2014.

Berdasarkan, tabel data hotspot harian Provinsi Sumatera Selatan, dengan 17 Kabupaten/Kota pada September 2014. Pada 1 September 201 titik, 2 September 1 titik, 3 September 72 titik, 4 September 11 titik, 5 September 36 titik, 6 September 1 titik, 7 September 21 titik.

“Pesawat helikopter yang diturunkan sebanyak dua unit, telah berkali-kali melakukan penyiraman air di titik-titik tersebut. Setidaknya sudah 578 pengeboman ke wilayah yang ada hotspotnya,” tegas dia.

Meski saat ini titik api mulai berkurang, namun ia memastikan jika upaya water booming akan terus dilakukan demi meminimalisir titik-titik api yang ada di wilayah Sumsel. “Penyiraman ini cukup efektif untuk menstabilkan asap. Semuanya murni bantuan dari BNPB Pusat. Sumsel hanya menyediakan fasilitas yang untuk diperlukan,” kata dia.

Ia menegaskan, kebakaran yang terjadi banyak terjadi di pinggiran sungai, areal perkebunan dan pertanian antara lain di daerah Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin dan Musi Banyuasin. Penyebabnya banyak hal, seperti contoh banyak masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar hutan. Selain itu juga faktor angin yang menyebabkan asap mudah berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi lain.

Sementara, Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sumsel M.S Sumarwan mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan anggotanya untuk turun ke lapangan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. “Banyaknya terdeteksi titik panas di provinsi ini, anggota Tagana fokus menyiapkan diri membantu masyarakat menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (can)

 

LEAVE A REPLY