Paguyuban Hakka Miliki Kelompok Seni Suara

0
471

 

RADAR PALEMBANG – Sebagai ajang silaturahmi dengan para pengurus Perkumpulan Keluarga Besar Hakka Sumsel, setiap Kamis malam dipilih sebagai waktu untuk latihan bersama terutama paduan suara, koor dan line dance. Hanya saja, anggota yang ikut ambil bagian dari kegiatan ini didominasi para lansia atau dewasa yang berusia di atas 50 tahun.
” Kalau boleh jujur, yang ikut dalam latihan ini banyaklah lansianya. Padahal kita berharap ini juga diikuti anak muda ataupun pasangan muda. Namun karena kesibukannya, tidak bisa ikut serta. Kita menyadari, dengan waktu latihan selama dua jam dari pukul 19.00-21.00 wib, mereka ini masih sibuk dengan aktifitas harian. Seperti kuliah dan juga berkumpul dengan keluarga di rumah ataupun berusaha di toko atau usaha dari mereka tadi. Sedangkan kita yang sudah lansia ini, sudah tidak sibuk lagi dan lebih banyak waktu kosong,” ujar Ketua Paguyuban Hakka Sumsel Bunyamin melalui Ketua Bidang (Kabid) Kesenian Perkumpulan Keluarga Besar Hakka Sumsel, Betty didampingi bagian humas Alimin ditemui di sekretariat Jl Slamet Riyadi, Kamis (4/7) malam.
Bahkan menurutnya, kegiatan yang ada ini tidak hanya untuk kalangan internal atau juga kegiatan dari Perkumpulan Keluarga Besar Hakka Sumsel, namun juga dapat mengisi kegiatan lainnya. Seperti Xin Cia bersama ataupun kegiatan lainnya. Untuk setiap latihan ini, tidak hanya lagu bahasa Mandarin saja yang dibawakan. Tapi juga lagu modern berbahasa Indonesia dan aliran musik juga ada. ” Sebenarnya ini kita lakukan untuk mengisi waktu luang. Daripada bengong tidak ada kegiatan, kita sampaikan perlu ada satu tempat latihan untuk seni atau kesenian. Kita bersyukur, ini mendapatkan respon yang baik dari semua pengurus,” ulasnya.
Ke depannya, agar ini juga bisa menarik anak muda ataupun pasangan muda agar bisa ikut bagian dalam kegiatan ini, tentu akan jadi tugas atau tantangan yang akan dan harus dilakukan. Mulai dari kegiatan seni musik dan tari hingga pada akhirnya kesenian asli leluhur atau Tionghoa. ” Kita sedang cari waktu yang tepat. Bisa saja nantinya melalui kegiatan festival ataupun turnamen seni dengan libatkan anak muda. Yang terpenting itu, menanamkan rasa suka dulu baru pada tahapan berikut yakni mengajak mereka untuk turut ambil bagian dalam kegiatan kita. Sebab bila ini tidak ada regenerasi, dikhawatirkan akan vakum dan selanjutnya bubar. Kita berharap ini jangan sampai terjadi,” ungkap Ketua Bidang (Kabid);Pemuda dan Olahraga Perkumpulan Keluarga Besar Hakka Sumsel, Asun
Masih katanya, untuk kepemudaan sendiri terus disosialisasikan. Dengan harapan, akan ada regenerasi dari mereka tadi untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis oleh para pendahulunya. ” Semoga saja ini bisa tercapai di masa depan,” pungkasnya.(sep)

LEAVE A REPLY