Otomotif Penyumbang Premi Tertinggi

0
700

 

RADAR PALEMBANG– Meski data dari Bank Indonesia menunjukkan angka penjualan kendaraan melalui sistem kredit terus mengalami perlambatan, namun kondisi tidak berdampak pada bisnis penjaminan atau asuransi. Malah tren asuransi di Sumsel masih tumbuh bagus.

Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia Sumsel yang juga kepala cabang Asuransi Ramayana cabang Palembang Suwedi SSi mengungkapkan, secara umum perkembangan bisnis asuransi umum di Palembang masih sangat bagus, meski mengalami perlambatan ekonomi namun perkembangan ekonomi Palembang masih bisa menunjukkan angka pertumbuhan, kondisi ini tentu berkaitan secara langsung dengan bisnis perusahaan asuransi.

“Ada beberapa faktor yang mendorong bisnis asuransi umum di Palembang berkembang pesat. Meski saat ini premi kendaraan masih memberikan sumbangsi yang paling besar. Namun menjelang 2018 bisnis asuransi umum akan makin terdongkrak dengan efek Asian Games yang akan dilangsungkan di Palembang 2018 mendatang,” jelas Suwedi saat menghadiri peresmian Bass Insurance cabang Palembang Kamis (25/9).

Secara tidak langsung ketika pemerintah sudah mengumumkan event Asian Games akan diadakan di Palembang. Kontras sektor yang bakal langsung hidup adalah pembangunan konstruksi.

Bagi perusahaan asuransi ini merupakan peluang besar karena setiap ada proyek pembangunan konstruksi tentu yang pertama kali terkena dampaknya adalah perusahaan asuransi untuk menjamin pembangunan gedung. “Pembangunan gedung-begung bertingkat untuk fasilitas olahraga jelas akan banyak dilakukan di Palembang, semua ini tentu akan melibatkan asuransi,” ungkapnya.

Menurutnya, market perusahaan asuransi di Sumsel saat ini masih sangat lebar, sebab masih banyak masyarakat, bangunan dan kendaraan yang belum tercover asuransi. Dibandingkan market asuransi jiwa, asuransi umum menguasai lebih dari 50 persen. “Namun dari banyak produk asuransi umum sumbangasih premi yang paling besar dari kendaraan dengan sumbangsih berkisar 40 persen.

Dikatakannya, salah satu tantangan terbesar dari pemasaran produk asuransi di Sumsel, tengkat melek dan sadar asuransi masyarakat masih sangat minim, sementara persaingan sesame perusahaan asuransi umum makin ketat, sebab di Palembang saja sudah memiliki 51 perusahaan asuransi umum.

Kondisi ini jelas menimbulkan persaingan yang sangat ketat ditengah kesadaran masyarakat yang masih minim. Praktis yang menjadi gaapan perusahaan asurasi masih didominasi sektor korporasi dan pemerintahan. Direktur Utama Bess Central Insurance (BCI) Ir Goenawan Hadidjojo mengungkapkan, Palembang merupakan cabang yang ke-10 yang sudah memiliki jaringan kantor pemasaran Bess Insurance. Selain sektor konstruksi dan bangunan, progres yang masih menjanjikan bagi perusahaan asuransi ada pada sektor kendaraan baik roda empat maupun roda dua.

“Untuk tiga bulan sisa tahun ini, kita menargetkan premi Rp2 miliar. 30 persen dari target tersebut kita bidik dari sektor kendaraan. Sebab meski penjualan kendaraan mengalami perlambatan, namun bagi perusahaan asurasi masih tetap bisa menggarap pasar otomotif yang sudah ada, setiap tahun pemilik kendaraan harus memperpanjang masa asuranasinya, disanalah peluang kita untuk turut bersaing,” jelas Hadi.

Dua sektor yang diprediksi bakal memberikan sumbangsih premi paling besar akan langsung digenjot operasionalnya yakni otomotif dan property. Khusus untuk otomotif Bess akan langsung bergerak cepat dengan berupaya menggandeng semua diler sebagai mitra pemasaran produk.

Dikatakan Hadi, pembukaan kantor cabang Palembang merupakan wujud dari rangkaian program pengembangan dan ekspansi jaringan bisnis perusahaan yang dicanangkan sejak tahun lalu. Hingga saat ini BCI memiliki 10 jaringan kantor yang tersebar di semua kota besar termasuk Palembang. (iam)

 

 
 

LEAVE A REPLY