Operasi Pasar Murah Ramadan Dijamin Tepat Sasaran   +

0
691

 

RADAR PALEMBANG – Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Banyuasin akan menggelar operasi pasar murah (OPM) serentak, di 4 pasar tradisional, yaitu di Pasar Sukajadi, Pulau Harapan, Pangkalan Balai dan Betung.

Dalam operasi pasar ini, bahan komoditi yang dijual adalah beras, gula serta minyak goreng. Harganya jauh lebih murah dari harga di pasaran, kata Kepala Pasar Pangkalan Balai, Mul`In , Kamis (11/6).

Agar dalam OPM nanti barang yang jual tepat sasaran kepada masyarakat, Disperindag dan Pasar Kabupaten Banyuasin, sebagai pelaksana akan melakukan pengawasan dan pengetatan.

“Kami akan usahakan barang tersebut bisa tepat sasaran kepada konsumen, bukan kepada tengkulak,” tegasnya.

Disetiap lokasi OPM akan ditempatkan pengawas baik dari Diskoperindag, Dinas Pasar bahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuasin. “Petugas pengawas ini memantau langsung kegiatan penyaluran sembako murah ini. Jika diperjalanan diketemukan calon pembeli yang tergolong masyarakat mampu maka petugas kita akan meminta orang tersebut untuk tidak berbelanja, karena masih banyal masyaakat yang lebih berhak mendapat bantuan,” lanjutnya.

Petugas yang ditempat mengupayakan pendekatan persuasif kepada pembeli namun tetap penuh ketegasan, agar penyaluran tepat sasaran. “Kalau tepat sasaran tentunya masyarakat akan merasakan manfaat dari OPM tersebut. Selain itu masyarakat yang tergolong mampu diminta untuk tidak memanfaatkan OPM ini untuk mendapatkan sembako murah,”jelasnya

Sementara itu, DPRD Banyuasin mewanti-wanti Pemkab Banyuasin agar melaksanakan operasi pasar murah (OPM) saat Ramadan tahun ini tepat manfaat dan tepat sasaran.

Pada prinsipnya, pelaksanaan OPM bertujuan untuk membantu kelompok masyarakat yang tidak mampu memperoleh sembilan bahan pokok (Sembako) saat Ramadan dan lebaran, kata Anggota DPRD Banyuasin, Budi Santoso, Kamis (11/6).

“Jangan sampai pada saat penyaluran sembako murah melalui operasi pasar murah tersebut justru masyarakat dari kalangan menengah yang menikmatinya,” tegasnya.

Tentunya Pemkab Banyuasin melalui Diskoperindag dan Dinas Pengelola Pasar menerapkan pengawasan terpadu saat penyaluran sembako murah tersebut berlangsung.

“Petugas pengawas berhak menolak warga yang mampu namun hendak membeli sembako murah. Jangan ragu apalagi takut, tegas justru lebih baik demi kemaslahatan orang banyak,” ungkapnya.

Agar tidak terjadi salah sasaran dalam penyaluran sebaiknya Diskoperindag dan Dinas Pengelola Pasar berkoordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan bahkan bila perlu RT dan RW. Guna meminta data real masyarakat kurang mampu untuk diberikan kupon belanja murah tersebut.

Kendati tidak ada intruksi dari pemerintah, sepertinya sudah menjadi tradisi menjelang hari hari besar, misalnya bulan puasa, Idul Fitri harga sembilan bahan pokok mengalami kenaikan harga. Untuk itu pihak dinas perindustrian, perdagangan dan UKM (Disperindag) kabupaten Ogan Ilir (OI) terus melakukan pemantauan harga.

Hal ini dikatakan kepala disperindag OI Ir.Tapip, MSi kepada koran ini Kamis (11/6) kemarin. Lebih jauh dikatakan Tapip, sudah menjadi kebiasaan para pedagang menjelang hari hari besar dia sudah berani menaikkan harga tanpa menunggu atau informasi dari pemerintah. Untuk itu pihaknya terus melakukan pemantauan harga dengan menurunkan stafnya ke pasar pasar untuk mengecek dan melihat dari dekat perkembangan harga, utamanya harga sembilan bahan pokok.

Tak hanya itu setiap minggunya  Camat camat dalam kabupaten OI terus memberikan laporan berkaitan dengan harga dipasar tradisional yang ada dilingkungannya.

“Untuk harga sembako, kita kordinasi dengan para camat untuk memantau perkembangan harga sembako di daerahnya masing-masing,” ujarnya, kemarin.

Nantinya, pihaknya bekerjasama dengan tim penggerak PKK kabupaten OI  pada pertengahan Ramadhan nanti akan melaksanakan pasar murah, hal ini untuk membantu masyarakat juga menekan lonjakan harga, utamanya sembilan bahan pokok.

Sementara itu, bukan hal yang baru setiap memasuki bulan Ramadan hingga Idul Firi harga bahan pokok terus mengalami kenaikan, di Kabupaten OKI harga kenaikan bahan pokok rata-rata hamper 30 hingga 50 persen.

Seperti halnya harga bawang merah sudah dua kali naik mulai 24 ribu kemudian 30 ribu dan saat ini sudah hamper 35 ribu perkilogramnya. Begitupun dengan harga bahan pokok lainnya naik hingga 30 sampai 50 persen. “Rata-rata bahan pokok sudah mengalami kenaikan hingga 30 persen bahkan ada yang sampai 50 persen menjelang ramadhan yang sebentar lagi akan tiba”terang Ayu warga Kayuagung OKI, Kamis (11/06). (tri/ben/eml)

LEAVE A REPLY