OKUS Anggarkan 50% Gaji Guru Honorer

0
130

RADAR PALEMBANG – Biaya Operasional Sekolah (BOS) salah satu bantuan pemerintah pusat,  merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat di dalam dunia penddidikan yang di keluarkan melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kepada seluruh sekolah di Indonesia resmi di naikkan.

Diketahui sebelumnya dana BOS untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) Rp. 800.000 per siswa menjadi Rp. 900.000 per siswa. Sedangkan untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Rp. 1000.000 per siswa menjadi Rp 1100.000 per siswa.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan OKU Selatan, Zulfakar Dhani S. Sos, di jelaskannya, kenaikan bantuan oprasional sekolah (BOS) ini sendiri di sampaikan langsung oleh Kemendikbud, berdasarkan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 8 Tahun 2020.

Terkait penyaluran dana BOS tersebut sebelumnya, dicairkan oleh Kementerian Keuangan ke Pemerintah Provinsi, lalu Pemerintah Provinsi menyalurkan ke Kabupaten. Namun, untuk saat ini proses pencairannya pun sudah berubah, dicairkan oleh Kemenkue langsung ke rekening sekolah masing-masing.

“Nantinya dari Kementerian keuangan langsung ditransfer ke rekening sekolah, disalurkan 3 tahap dengan rincian 4 bulan satu kali pencairan,” Jelasnya.

Adapun untuk sanksi bagi yang terlambat menyampaikan laporan maka tahap berikutnya tidak di keluarkan lagi (tidak dicairkan). Jika selama ini keluhan yang ada yakni kendala dengan keterbatasan gaji honorer maka dana BOS sekarang ini ditekankan untuk menggaji guru honorer sehingga pihak sekolah memiliki keluasan penggunaan maksimal anggaran untuk membayar  honor guru mencapai 50%.

“Terkait gaji honorer itu sekolah masing-masing yang mengatur sesuai dengan petunjuk, dan sesuai dengan kebutuhan dalam menggaji guru honorer,” imbuhnya

Sebelumnya dana BOS yang di gunakan untuk menggaji guru honorer maksimal hanya 15 %, namun dengan adanya kenaikan ini juga mengalami perubahan hingga 50 % di peruntukan untuk gaji guru honorer. Dana BOS ini sendiri disalurkan kepada sekolah berdasarkan jumlah siswa yang berhak menerima dan yang sudah terdaftar di kementerian pendidikan.

Adapun total dana BOS yang akan disalurkan ke dunia pendidikan di Kabupaten OKU Selatan sebesar 49 Milyar.  Dana 49 milyar tersebut akan dicairkan untuk tingkat Sekolah Dasar yakni 246 SD Negeri dan 35 SD Swasta sedangkan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yakni 59 SMP Negeri dan 9 SMP Swasta dengan jumlah total keseluruhan 349 sekolah. Adapun total siswa SD  sebanyak 39. 499 dan siswa SMP Negeri sebanyak 13. 604 Siswa.

Sedangkan untuk jumlah guru yang mengajar di tingkat SD di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan terdiri dari Guru SD  CPNS terdapat 23 Guru, Guru tetap yayasan terdapat 45 Guru, Guru non PNS terdapat 1549 guru dan Guru PNS SD terdapat 1749.

Sementara untuk guru yang mengajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk Guru CPNS terdapat 32 guru, guru tetap yayasan terdapat 32 guru, gury non PNS terdapat 37 guru, untuk guru PNS terdapat 623 guru dan untuk tenaga pendidikan non guru atau tenaga kependidikan terdapat 186.

“Dari total jumlah guru yang ada tersebut OKU Selatan masih kekurangan tenaga pendidik (Guru). Hal ini disebabkan kurangnya peminat tenaga honorer menjadi guru. Sarjana yang honor lebih memilih menjadi tenaga pendidik non guru seperti TU dan operator.” Pungkasnya (rd1)

 

 

LEAVE A REPLY