Oktafiansyah Ingatkan Kaum Millenial Bahaya Paham Radikalisme

0
252

RADAR PALEMBANG Ketua Dewan Koordinasi Wilayah (DKW) Garda Bangsa Sumatera selatan mengingatkan kepada generasi milenial bahaya paham radikalisme. Karena kaum millenial paling rawan tergiur paham radikal.

Mengingat telah terjadi aksi terorisme yang terjadi dua kali dalam minggu ini, yang pertama aksi bunuh diri di gereja katedral dan penyerangan di Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri) yang membuat saya pribadi merasa berduka dan prihatin atas kejadian tersebut”,kata ketua (DKKW Garda Bangsa Sumsel M Oktafiansyah.

Menurut anggota DPRD Sumsel Fraksi PKB ini,bahwa belum diketahui secara jelas motif dibalik pelaku melakukan hal tersebut, namun terindikasi para pelaku merupakan orang yang memiliki paham radikalisme

” Memang saat ini kita belum mengetahui secara jelas motif yang membuat para pelaku melakukan hal tersebut, namun jika dilihat secara pergerakan mereka ini merupakan orang – orang yang memiliki paham radikalisme dan berniat mengganggu stabilitas kehidupan bangsa Indonesia,”kata dia.

Oleh karena itu dirinya mengajak masyarakat untuk memahami apa itu radikalisme, jangan sampai tersesat tentang radikalisme yang sangat membahayakan siapapun.

” Jika dipahami secara bahasa radikalisme merupakan paham dalam yang menginginkan suatu perubahan besar pada sesuatu yang diinginkan yang secara umum menggunakan cara – cara kekerasan, pada sejarahnya gerakan radikalisme lahir di Eropa pada abad 18, namun sekarang konsep ini sudah ditinggalkan karena selalu berakhir dengan sebuah peperangan yang menimbulkan banyak kerugian terutama harta dan nyawa,”urai dia.

Dikatakannya bahwa paham radikalisme di Indonesia sudah memasuki tingkat yang sangat mengkhawatirkan dan menyebar serta menyelinap membaur di tengah tengah masyarakat.

“Kita yag awam hampir tidak mengetahui ciri sebenarnya seperti apa. Sebagai sesama warga Negara, bahkan Negara sendiri harusnya segera mewaspadai serta segera mengambil langkah pencegahan semenjak dini,” kata Oktafiansyah.

Lebih jauh dirinya menjelaskan bahwanya pergerakan paham seperti ini tidak selalu diawali melalui tindakan kekerasan tapi lebih kepada sebuah pemikiran yang Ekstrem tentang sebuah perubahan, dan dapat dipastikan kedepannya setelah menyebar luas paham ini akan menimbulkan tindakan kriminal terorisme seperti yang terjadi saat ini.

”Perlu dicermati bahwa pergerakan paham radikalisme seperti ini tidak selalu diawali dengan tindakan kekerasan tapi lebih pada sebuah perubahan yang Ekstrim (Berlebihan), nah justru pemikiran atau paham seperti ini menyebar luas dipastikan selalu berujung pada tindakan kriminal (Terorisme) seperti yang saat ini terjadi,”Ujarnya. (zar)

LEAVE A REPLY