OJK Gelar Investival Pasar Modal di 10 Kabupaten/Kota Se-Sumsel

0
542

 

RADAR PALEMBANG– Otoritas Jasa Keuangan  Kantor Regional 7 (OJK KR7) Sumatera Bagian Selatan bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumatera Selatan kembali menyelenggarakan Indonesia Investment Festival (Investival) Pasar Modal di bulan Oktober 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian kemeriahan industri Pasar Modal dalam memperingati bulan inklusi keuangan guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat tentang investasi di Pasar Modal.

Pengawas Pasar Modal OJK KR7 Sumbagsel, Andes Novytasary mengatakan, pada tahun 2019 ini, Investival Pasar Modal mengusung tema Pasar Modal untuk semua dan dimana saja. Karenanya, selama bulan Oktober ini OJK KR 7 Sumbagsel dan BEI KPW Sumsel beserta anggota bursa melakukan roadshow Sekolah Pasar Modal ke 10 Kabupaten/Kota yang ada di Sumsel, yakni Muara Enim, Lahat, Pagaralam, Prabumulih, Lubuk Linggau, Musi Banyuasin, Banyuasin, Kayu Agung, Baturaja, dan terakhir di tutup di Palembang.

“Kegiatan roadshow ini menyasar seluruh kalangan, baik dari akademisi, ASN, pengusaha, karyawan , baik dari industri perbankan maupun industri keuangan non bank, serta masyarakat umum lainnya,” ujarnya saat dibincangi, Rabu (29/10).

Dalam kegiatan tersebut, lanjutnya, masyarakat diperkenalkan mengenai kemudahan dalam berinvestasi di Pasar Modal, yakni dengan Rp100.000 dapat menjadi investor yang merupakan pemegang saham atau pemilik dari suatu perusahaan terbuka di Indonesia. “Selain itu, disampaikan pula mengenai cara mengenali kegiatan investasi yang legal dan illegal, sehingga masyarakat dapat terhindar dari kerugian akibat investasi bodong,” tambahnya.

Khusus di wilayah Sumatera Selatan sendiri telah berdiri 15 kantor cabang Perusahaan Efek dan 12 Galeri Investasi yang berpartner dengan Perusahaan Efek dan dapat melayani masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan Investasi Pasar Modal.

Dalam kesempatan ini, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan, Sabil, turut mengkampanyekan industri Pasar Modal sebagai Pasar Rakyat. Dengan nominal investasi yang terjangkau yakni mulai dari Rp100.000, semua lapisan masyarakat dapat membeli saham secara rutin dan berkala layaknya menabung. Sehingga kelak ke depannya, masyarakat Indonesia yang tergolong saving society dapat menjadi investment society, dan pada akhirnya bersama-sama membangun industri pasar modal dan perekonomian Indonesia. (hen)

LEAVE A REPLY