NTP Sumsel Naik Tipis 

0
175
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Endang Triwahyuningsih.

RADAR PALEMBANG – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Juli 2020 tercatat sebesar 91,72 atau naik sebesar 1,92 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 1,68 persen, sedangkan rata-rata Indeks yang Dibayarkan Petani (Ib) mengalami penurunan sebesar 0,23 persen.

Kepala BPS Sumsel, Endang Triwahyuningsih mengatakan berdasarkan hasil pemantauan harga-harga perdesaan di 96 kecamatan yang tersebar di 12 kabupaten di Sumatera Selatan pada Juli 2020, NTP Sumatera Selatan naik 1,92 persen dibandingkan NTP Juni, yaitu dari 89,99 menjadi 91,72.

“Kenaikan NTP pada Juli 2020 disebabkan indeks harga hasil produksi pertanian mengalami rata-rata kenaikan harga sebesar 1,68 persen, sedangkan indeks yang dibayar petani secara umum mengalami rata – rata penurunan sebesar 0,23 persen,”jelas dia.

Kenaikan NTP Juli 2020 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada hampir semua subsektor yang masing-masing naik: subsektor hortikultura 1,41 persen, perkebunan 2,80 persen, peternakan 1,38 persen, perikanan 1,77 persen, perikanan tangkap 1,58 persen dan perikanan budidaya 2,06 persen. “Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan yaitu tanaman pangan yang turun sebesar 0,39 persen,”jelas dia.

Untuk Indeks Harga yang Diterima Petani (It), Pada Juli 2020, It naik 1,68 persen dibanding It Juni, yaitu dari 94,70 menjadi 96,29. “Kenaikan It pada Juli 2020 disebabkan naiknya rata-rata It pada hampir semua subsektor,”jelas Endang.

Subsektor hortikultura mengalami kenaikan sebesar 1,13 persen, perkebunan 2,53 persen, peternakan 1,24 persen, perikanan 1,56 persen, perikanan tangkap 1,34 persen dan perikanan budidaya 1,88 persen.

Sedangkan subsektor yang mengalami penurunan harga rata-rata It adalah tanaman pangan yang turun sebesar 0,53 persen. Terkait Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), Melalui Ib dapat dilihat fluktuasi harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh

masyarakat perdesaan, khususnya petani yang merupakan bagian terbesar dari masyarakat perdesaan, serta fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.  “Secara umum rata-rata Ib pada bulan Juli 2020 mengalami penurunan sebesar 0,23 persen bila dibandingkan Ib Juni, yaitu dari 105,23 menjadi 104,98,”ungkap dia.

Penurunan Ib disebabkan turunnya lb di semua subsektor yaitu tanaman pangan sebesar 0,15 persen, hortikultura 0,27 persen, perkebunan 0,26 persen, peternakan 0,13 persen, perikanan secara umum 0,21 persen, perikanan tangkap 0,24 persen dan perikanan budidaya 0,18 persen. (dav)

 

LEAVE A REPLY