Normalisasi Lokasi Banjir Terkendala Pipa Pertagas

0
61
Walikota Palembang Fitrianti Agustinda memimpin rapat koordinasi dengan Bappeda dan Pertamina Gas di Ruang rapat Bappeda Kota Palembang, Senin (22/2/2021). Rakor membahas normalisasi lokasi banjir.

RADAR PALEMBANG- Pemerintah Kota Palembang saat ini terus berupaya untuk mengatasi banjir di Kota Palembang. Salah satunya dengan menormalisasi lokasi-lokasi rawan banjir. Namun, sejumlah kendala dihadapi, seperti ketika akan dilakukan normalisasi di kawasan Kalidoni.

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda dan jajarannya tak bisa melakukan normalisasi dikarenakan lokasi  berdampingan dengan pipa milik PT Pertamina Gas (Pertagas).

“Kita terima laporan warga di Kalidoni bahwa disana sering banjir. Selain itu,  kondisinya penuh semak belukar, lumpur jadi memang perlu normalisasi. Tapi kita sulit normalisasi karena bersinggungan dengan pipa milik Pertagas,” ujar Fitrianti  usai rapat dengan PT Pertamina Gas di Ruang rapat Bappeda Kota Palembang, Senin (22/2/2021).

Disebutkan Fitri, pada dasarnya dimana saja pipa milik Pertagas ditanam maka ada ketentuan 10 meter ke kanan dan 10 meter ke kiri yang menjadi kewajiban dari PT Pertagas untuk melakukan pemeliharaan.

“Ini menjadi tanggung jawab mereka untuk pemeliharaan lingkungan termasuk dampaknya ketika ada banjir dll. Sebab tidak bisa sembarangan melakukan tindakan pembersihan di sekitar pipa,” katanya.

Oleh sebab itu, PT Pertagas menjanjikan akan menyampaikan secara detil titik lokasi mana saja yang tertanam pipa, baik yang dialiri oleh gas ataupun minyak. “Ke depan kita harap ada koordinasi dengan Pemkot Palembang untuk mengatasi permasalahan normalisasi lingkungan. Ini juga menyangkut pembangunan di Kota Palembang serta RT/RW-nya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Palembang, Harrey Hadi mengatakan, pipa Pertamina mulai dari KM12 hingga ke Sungai Gerong mencapai 24 Kilometer. Sehingga, perlu kepedulian terhadap dampak lingkungan di sekitar pipa yang ditanam oleh Pertagas.

“Inilah yang perlu dioptimalkan jangan sampai nanti ada kebocoran dan membahayakan keselamatan masyarakat. Pemkot Palembang saat ingin menormalisasi lingkungan disekitar pipa juga takut akhirnya. Makanya, perlu koordinasi untuk eksekusi dilapangan nanti,”pungkasnya.(spt)

LEAVE A REPLY