Nilai Perdagangan Mei USD 33,32 Juta, Masih Ada Ekspor Non Pelabuhan Sumsel

0
177

RADAR PALEMBANG – Sebagai provinsi yang kaya sumber daya alam, baik komoditas unggulan perkebunan, pertanian hingga migas, ternyata masih ada barang ekspor kita yang dikirim ke luar melalui pelabuhan di luar Sumatera Selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, untuk kegiatan ekspor menurut pelabuhan posisi Mei 2019 dan Mei 2020 memang masih didominasi pelabuhan Boom Baru dan SMB II,  masing-masing 80,71 persen dan 81,3 persen.

Sisanya, pengiriman barang kegiatan ekspor terbagi ke Dermaga Plaju, Dermaga Kertapati,  dan pelabuhan di luar Sumsel. “Ada 13,84 persen (Mei 2020,read) ekspor melalui pelabuhan di luar Sumsel,”kata Kepala BPS Sumsel,  Endang Triwahyuningsih.

Dibandingkan tahun lalu, Mei 2019, ekspor melalui pelabuhan di luar Sumsel lebih tinggi secara persentase, yakni 14,18 persen. “Ini menjadi PR (pekerjaan rumah, read) kita juga, mudah-mudahan komoditas Sumsel melewati pelabuhan di Sumsel juga,”harap Endang.

Untuk Dermaga Plaju, kegiatan untuk ekspor memang masih kecil, pencatatan BPS Sumsel di Mei 2019 dan Mei 2020 yakni 4,47 persen dan 4,14 persen, sedangkan kegiatan pengiriman barang ekspor melalui Dermaga Kertapati jauh lebih kecil, masih dibawah 1 persen dari total ekspor provinsi yang berjuluk Bumi Sriwijaya ini.

Ekspor Provinsi Sumatera Selatan dilakukan melalui beberapa pelabuhan baik di dalam maupun di luar Sumatera Selatan. “Ekspor pada bulan Mei 2020 dilakukan melalui pelabuhan Boom Baru dengan nilai USD 195,79 juta (81,30 persen),”kata Endang.

Lalu, sambung dia, Dermaga Plaju dengan nilai USD 9,98 juta (4,14 persen), Kertapati dengan nilai USD

1,75 juta (0,73 persen), dan pelabuhan di luar Sumatera Selatan sebesar USD 33,32 juta (13,84 persen) yaitu pelabuhan Tanjung Priok (USD 32,01 juta), pelabuhan Jambi (USD 870,30 ribu), Pelabuhan Panjang Lampung (USD 280,30 ribu) dan Bandara Soekarno Hatta (USD 160,04 ribu).

Jika dibandingkan dengan periode Januari – Mei 2019, ekspor produk industri dan produk pertambangan pada periode Januari – Mei 2020 mengalami penurunan masing-masing sebesar 17,32 persen dan 10,27 persen sedangkan ekspor produk pertanian mengalami peningkatan 14,66 persen.

Dibandingkan April 2020, ekspor produk pertanian, produk industri dan produk pertambangan pada Mei 2020 mengalami penurunan masing-masing sebesar 51,48 persen dan 12,36 persen dan 26,26 persen

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor secara keseluruhan pada periode Januari – Mei 2020, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 72,91 persen, kontribusi produk pertambangan adalah sebesar 20,65 persen dan kontribusi ekspor sektor pertanian sebesar 0,69 persen, sementara kontribusi ekspor migas sebesar 6,56 persen.

Nilai ekspor Sumatera Selatan Mei 2020 sebesar USD 240,84 atau turun sebesar 16,90 persen dibandingkan ekspor bulan April 2020. Nilai ekspor Provinsi Sumatera Selatan bulan Mei 2020 sebesar USD 240,84 juta terdiri dari ekspor migas sebesar USD 9,98 juta dan USD 230,86 juta merupakan hasil ekspor komoditi nonmigas.

Tiongkok, Amerika Serikat dan Malaysia menjadi negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada periode Januari – Mei 2020, masing-masing mencapai USD 440,15 juta, USD 141,11 juta dan USD 130,64 juta, dengan peranan ketiganya mencapai 49,58 persen dari total ekspor periode Januari – Mei 2020. (dav) 

 

 

LEAVE A REPLY