Nasib Mentri Agama

0
873
Foto : Menag

RADAR PALEMBANG- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menaikan penyelidikan terkait penyelenggaraan haji tahun 2012-2013 ke tahap penyidikan. Seiring peningkatan dari tahap penyelidikan ke penyidikan, KPK jtelah menetapkan Menteri Agama Suryadharma Alie sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di kementerian agama. “Sudah naik penyidikan dengan SDA (Suryadharma, red) dkk sebagai tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas melalui pesan singkat kepada wartawan, Kamis (22/5).
Meski demikian KPK masih belum menentukan berapa kerugian negara dalam kasus tersebut. “Masih dihitung,” ujar Wakil Ketua KPK Zulkarnain.
Zulkarnain mengungkapkan, penetapan tersangka SDA tidak ada kaitannya dengan politik. Sebab, KPK menetapkan tersangka korupsi berdasarkan barang bukti.”Tentu tidak. Kita kan ketika menetapkan tersangka pakai ukuran tertentu, tidak ada kaitannya dengan politik,” tandasnya.
Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, dana penyelenggaraan haji tahun 2012-2013 di atas Rp 1 triliun. Sementara jumlah kerugian negaranya masih dihitung. “Ini ada unsur kerugian negaranya, tentu ada pihak lain yang diuntungkan. Jumlahnya masih dihitung,” kata Johan dalam jumpa pers di KPK, Kamis (22/5) malam.
Johan menambahkan, penyelidik dan penyidik KPK sudah lama mengumpulkan bahan dan keterangan terkait kasus haji. Pemeriksaan dan pengumpulan dokumen bahkan dilakukan di luar negeri.
Karenanya berdasarkan hasil gelar perkara di KPK, kasus penyelenggaraan haji itu diputuskan untuk dinaikkan ke tahap penyidikan dengan Suryadharma sebagai tersangkanya. “Pimpinan KPK menyimpulan bahwa proses dalam penyelengaraan haji tahun 2012-2013 telah terjadi tindak pidana korupsi dengan menetapkan SDA selaku menteri agama sebagai tersangka,” sambung Johan.
Oleh KPK, Suryadharma dijerat dengan pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana juncto pasal 65 KUHPidana.
Selain itu, KPK juga tengah menggeledah kantor Kemenag di Lapangan Banteng. Salah satu yang digeledah adalah ruang Dirjen Haji dan Umroh.
Terkait telah ditetapkannya SDA tersangka, KPK langsung melayangkan surat permintaan cegah ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, atas nama Menteri Agama Suryadharma Ali. Pria yang akrab disapa SDA tersebut dicegah terkait dengan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013. “Dilakukan tindakan pencegahan terkait proses penyidikan perkara tindak pidana korupsi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2012-2013. Cegah berlaku enam bulan,” kata Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana dalam pesan singkat, Kamis (22/5).
Sementara itu, sekretaris Majelis Pakar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani menyatakan, partainya masih mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Radjasa di Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang.
Keraguan PPP ‘banting stir’ ke pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) mulai menyeruak. Itu setelah Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali (SDA) ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana penyelenggaraan haji.
“Kita akan komitmen memberikan dukungan penuh. Dukungan tetap sah dan absah, karena SDA masih menjadi ketua umum,” kata Ahmad Yani.
Meski demikian, Ahmad Yani mengakui bahwa penetapan SDA sebagai tersangka akan berdampak pada semangat PPP di Pilpres. “Memang ada dampaknya. Ini sudah berjalan tinggal bagaimana melakukan konsolidasi lagi,” ujarnya. (abu/gil/ara/jpnn)

BAGIKAN
Berita sebelumyaOJK Batasi Gerak Asing
Berita berikutnyaAgama dan Elite Islam

LEAVE A REPLY