Mulai Bersih-bersih Makam

0
425

 

 

RADAR PALEMBANG- Jelang perayaan Ceng Beng yang akan digelar pada awal April mendatang, terlihat diseputaran makam Talang Kerikil sudah banyak warga yang mulai bersih-bersih makam.

“Memang sudah dua pekan ini kita mulai mendapatkan borongan bersih-bersih makam dari keluarga yang punya makam,”ungkap Yono, salah satu warga yang tinggal diseputaran makam Talang Kerikil Palembang, kemarin.

Yono juga mengatakan, kegiatan bersih-bersih makam ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun bagi dirinya maupun warga lain yang tinggal di seputaran makam. “Lumayan mas untuk tambahan penghasilan bagi kami,”ucapnya.

Sementara itu, Chandra Husin Ketua Yayasan Tentram Abadi mengatakan, saat puncak perayaan Ceng Beng biasa warga Tionghoa, orang akan beramai-ramai pergi ke tempat pemakaman orang tua atau para leluhurnya untuk melakukan upacara penghormatan. “Biasanya upacara penghormatan ini dilakukan dengan berbagai jenis, misalnya saja membersihkan kuburan, menebarkan kertas sampai dengan membakar kertas yang sering dikenal dengan Gincua,’katanya.

Chandra mengatakan, Ceng beng adalah salah satu dari 24 Jieqi yang ditentukan berdasarkan posisi bumi terhadap matahari. Pada Kalender Gregorian AWAL (bukan akhir!). “Bila kita artikan kata Ceng beng, maka Ceng berarti cerah dan Beng artinya terang sehingga bila digabungkan maka Cengbeng berarti terang dan cerah,”ujarnya

Chandra juga menceritakan tentang sejarah sejarah Ceng beng yang dimulai pada dinasti Zhou, awalnya tradisi ini merupakan suatu upacara yang berhubungan dengan musim dan pertanian serta pertanda berakhirnya hawa dingin (bukan cuaca) dan dimulainya hawa panas.

Pada dinasti Tang, hari ceng beng ditetapkan sebagai hari wajib untuk para pejabat untuk menghormati para leluhur yang telah meninggal, dengan mengimplementasikannya berupa membersihkan kuburan para leluhur, sembahyang dan lain-lain.

“Di dinasti Tang ini, implementasi hari ceng beng hampir sama dengan kegiatan sekarang, misalnya seperti membakar uang-uangan, menggantung lembaran kertas pada pohon Liu, sembayang dan membersihkan kuburan,”jelasnya.(sep)

 

LEAVE A REPLY