Motor Bukan Sumber Kemacetan

0
550

 

RADAR PALEMBANG – Meski saat ini market industri otomotif sedang lesu namun potensi ledakan kemacetan tak bisa di elakkan terutama di kota besar, hal ini diakui karena memang jumlah kendaaaran tertumpuk di kota kota besar.

Sudirman, HM, kabid lalu lintas angkutan jalan (LLAJ) Dishubkominfo Sumsel  menjelaskan, saat ini kondisi jalan sudah cukup kesulitan menampung jumlah kendaraan. Hal itu menurutnya penyebab kemacetan terjadi. “Normalnya di jalan itu antara satu mobil dengan mobil lainnya 15 meter, itu sudah normal lebih baik kalau lebih jauh jarak antar satu mobil,” kata dia.

Ia mengatakan, jika kendaraan terlalu dekat satu sama lain tentu akan sangat mudah menyebabkan kemcetan. “Misalkan ada satu mobil saja yang pecah ban, yang terjadi karena jarak kendaraan terlalu dekat baik yang dibelakang maupun yang datang dari arah berlawan, tentu akan menyebabkan kemacetan. Sebab, antar kendaraan mesti bergiliran untuk melewati kendaaran yang stop, belum lagi ditambah kendaraan lain yang terus datang,” kata dia.

Itulah kenapa jalan antar kabupaten kota dihitung berapa yang masuk dan berapa kapasitas jalan. Untuk 160 Km jalan itu, yang diperbolehkan lewat hanya 1280 kendaraan. “Ini jika bicara kendaraan angkutan barang, mesti detail melihatnya untuk menghindari potensi kemacetan,” kata dia.

Bagaimana dengan potensi kemacetan di dalam kota, Sudirman mengatakan, sebenarnya kemacetan itu bisa dihindari. Sebab jika bicara ledakan kendaraan, dirinya membantah itu adalah penyebab utama. “Dalam rakor Kemenhub dikatakan, motor belum sebabkan kemcetan. Sebab antara jumlah manusia dengan jumlah kendaraan belum terlalu signifikan. Yang jadi persoalan adalah kendaraan bermotor itu rata rata menumpuk di kota, sementara infrastruktur tidak siap menampungnya,” kata dia.

Solusinya, lanjut Sudirman, membuka akses jalan lain. Pembangunan infrastukur di dalam kota merupakan keharusan untuk menngimbangi potensi pertubuhan otomotif. “Saya ambilkan contoh, di wilayah Ampera sering mengalami macet, karena bisa dikatakan di sana hanya ada satu akses jalan yang menghubungkan Palembang Ulu dan Ilir, memang ada jalan lain tapi terlalu jauh memutar. Makanya akses jembatan seperti Musi IV dan Musi VI, sangat ditunggu untuk mengurai kemacetan,” kata dia.

Selanjutnya, dengan memperbanyak volume kendaraan angkutan umum. Menurutnya jika angkutan umum sudah baik pelayanannya, dengan jumlah sudah memadai, serta memfasilitasi akses jalan ditambah kenaikan harga BBM, tentu akan membuat masyarakat berpikir dua kali untuk mengendarai sendiri. “Kalau angkutan umum sudah ada dan kondisinya baik, masyarakat tentu memilih naik kendaraan umum ketimbang kendaraan pribadi,” kata dia. (can)

 

 

 

LEAVE A REPLY