Mitsubishi BMM Dongkrak Xpander 

0
156
Mobil Xpander yang memberi kontribusi hingga 30 persen pada penjualannya

RADAR PALEMBANG – Xpander meski belum menjadi nomor 1 dikelasnya tetapi kontribusinya mencapai 30 persen. Berharap terus meningkat mencapai 35-40 persen di segmen passanger car.

Kepala Cabang Mitsubishi Berlian Maju Motor, Alex mengatakan sejak pandemi hingga Mei penjualan kendaraan turun lumayan besar. Bahkan, separuh total market dari Januari- April hingga 1000 unit.

Untuk itu, pihaknya harus kerja keras untuk merebut market yang ada. “Kami harus mengeluarkan jurus ampuh untuk penjualan ditengah kondisi pademi agar mampu bersaing,”kata dia.

Diantaranya dengan mengelola data yang ada untuk mendapatkan data yang prospek untuk mendapatkan loyal atau repeat order dan hal ini cukup berhasil. Untuk Mitsubishi sendiri kendaraan yang menjadi backbound tetap Pajero Sport dan Xpander.

Unit Pajero Sport masih menguasai market dengan 53 persen di kelasnya dan Xpander meski belum menjadi nomor 1 dikelasnya tetapi kontribusinya mencapai 30 persen. Berharap terus meningkat mencapai 35-40 persen di segmen passanger car.

Selain itu, untuk kendaraan Triton dan L300 pun menjadi market learder. Begitupun untuk kendaraan komersil seperti Fuso tetap menyumbang tinggi mengingat Sumsel daerah perkebunan dan tambang.

“Penjualan diawal memang turun namun Mei terjadi peningkatan pnjualan, ya walau belum signifikan namun secara bertahap mengalami kenaikan,”jelas dia.

Untuk penjualan dilakukan secara online, sedangkan untuk ofline seperti eksibisi di mall memang baru dua bulan ini efekti dilakukan mengingat untuk pameran di mall di minimalir mengingat mall memang tidak operasional.

“Kami melakukan pameran di PTC mall tetapi tetap menerapkan prokes yang ketat. Sedangkan secara online belum, sebab itu menjadi kebijakan pusat dan kami akan mengelar itu tapi masih menunggu jadwal langsung dari pusat dengan brand ambasador Rifar Sungkar,” kata dia.

Ia mengakui, kondisi pademi ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun. Dari sisi market akan tetap fluktuatif, kalau pun terjadi kenaikan paling 10 persen meski komoditi dan perkembangan mengalami peningkatkan tidak akan berdampak langsung sebab harus recovery dan tidak serta merta.

“Ya mungkin sampai akhir tahun apalag sampai saat ini tidak tahu sampai kapan pademi ini akan berakhir ditambah angka positif Covid-19 ini terus bertambah,” ungkap dia.

Terkait stok, Alex menyebutkan stok sejak mei tidak terlalu banyak sebab ketika PSBB Jakarta maka pabrik tidak produksi sedangkan permintaan pun tidak terlalu tinggi sehinggag memaksimalkan stok yang ada.

Namun saat ini sudah lancar begitupun suplay tapi memang untuk kendaraan CBU dari Thailand kekurangan terutama tipe. “Untuk kendaraan CBU butuh waktu tapi tidak lama paling 2 minggu karena terkendala pengiriman,”ujar dia. (dav) 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY