Minyak Mentah Tumpahi Bibit Karet

0
917
Bibit karet yang terkena tumpahan minyak mentah
Bibit karet yang terkena tumpahan minyak mentah
Bibit karet yang terkena tumpahan minyak mentah

BANYUASIN, RS – Kejadian ini bermula, ketika pipa minyak KM 50 milik Pertamina Tempino Plaju mengalami kebocoran sehingga membanjiri perkarangan rumah Ngatimin yang dijadikan lokasi penjualan bibit. Ngatimin mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 4 juta.

Ngatimin mengatakan, jika peristiwa bocornya pipa tersebut diketahuinya Kamis (24/4) sekitar pukul 05.00 WIB usai Salat Subuh. “Saat itu saya hendak menyiram bibit tersebut yang ada di depan rumah. Lalu saya mencium bau sengir seperti minyak itu. Lalu saya ambil senter dan ternyata perkarangan rumah saya ini sudah menghitam karena
minyak mentah,” kata Ngatimin.

Ngatimin mengaku panik, dan langsung mengungsikan bibit miliknya ke tempat aman, namun genangan minyak terlanjur deras dan mengenai seluruh bibitnya, bahkan hingga menggenangi parit kecil yang ada di samping rumahnya.

“Lalu saya menghubungi Babinsa yang ada di sini untuk mengatasinya, karena saya takut terjadi ledakan. Apalagi, lokasinya sangat dekat sekali dengan jalan raya, takut ada yang buang puntung rokok,” sambungnya.

Diakuinya, jika kejadian ini, bukan yang pertama kali, karena sebelumnya bocornya pipa juga pernah terjadi beberapa tahun yang lalu, dan juga mengenai bibit karet yang dijualnya. “Kejadian pertama saya dapat ganti rugi Rp3,8 juta. Tapi tidak tahu kali ini dapat ganti rugi atau tidak, tapi kalau tidak bisa-bisa gulung tikar usaha saya ini,” akunya.

Genangan minyak tersebut mengenangi parit yang ada di samping rumah Ngatimin sepanjang kurang lebih 2 KM. Bahkan, ada kebun milik warga yang ada di sekitar pipa juga terkena imbas bocornya pipa tersebut. “Pagi harinya, saya sempat menutup aliran parit pakai kayu untuk menghadang minyak hitam itu mengalir, tapi ada sebagian kebun warga yang kena dampaknya,” seraya menambahkan Sekitar pukul 09.30 WIB, petugas keamanan dari Koramil Pangkalan Balai dan  Elnusa tiba di lokasi dan mengamankan lokasi kebocoran pipa dengan pita berwarna kuning.

Rahman Thalib mengatakan, jika kebocoran tersebut disebbakan korosi
yang terjadi pada pipa lama yang tidak digunakan lagi sehingga menimbulkan merembesnya minyak ke permukaan tanah.

“Kami sudah melakukan penanganan, untuk mengetahui sumber titik kebocoran yang terjadi. Tapi yang jelas itu dari pipa lama, dan tidak menganggu aliran minyak Tempino Plaju. Saat ini, kami sedang menginventaris kerusakan yang terjadi untuk melakukan perbaikan. Terkait ganti rugi, akan kami berikan kepada warga yang terkena
dampaknya,” pungkasnya.

Sementara Humas Pertamina Refinery Unit III Plaju Makasin saat dihubungi mengaku pipa tersebut bukan milik RU III, namun milik Pertamina Gas (Pertagas). “JIka pipa melintasi jalan raya yang dekat dengan pemukiman warga, maka wewenang tanggung jawabnya ada di Pertagas bukan RU III meski aliran minyaknya di Plaju,” katanya. (tri)

LEAVE A REPLY