Minuman Beralkohol Diperketat, Bagaimana dengan Rokok?

0
3908

6ag9lsma

JAKARTA,RS- Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 20/M-DAG/PER/4/2014 telah mengatur soal pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran, dan penjualan minuman beralkohol. Bagaimana dengan kebijakan serupa untuk produk rokok?

“Kalau rokok pertimbangannya banyak banget itu satu,” kata Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen (SPK) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Widodo saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (25/04)

Sayangnya, Widodo tidak menjelaskan secara detil faktor apa yang menjadi penghambat aturan serupa bisa dilakukan untuk produk rokok. Tetapi salah satu penyebabnya adalah tidak ada fatwa haram produk rokok sementara Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa haram produk minuman beralkohol.

“Kalau minuman beralkohol juga gampang karena ada fatwa haram. Rokok belum keluar fatwanya,” imbuhnya.

Menurut Widodo, untuk pengaturan teknis soal pengetatan produk rokok cukup mudah. Saat ini sudah ada peraturan pengetatan penjualan produk rokok terutama di ritel modern.

“Sekarang ini sebenarnya sudah, kalau di ritel, (posisi) rokok sudah di belakang kasir jadi tidak secara bebas diambil (pembeli),” ujarnya.(wij/hen)

LEAVE A REPLY