‘Menyulap’ Bukit Sulap

0
743

 

RADAR PALEMBANG – BUKAN hanya dibisang investasi perdagangan maupun infrastruktur, Pemerintah Kota Lubuklinggau juga menitikberatkan pembangunan objek wisata. Salah satu objek wisata yang terkenal di kota itu yakni Bukit Sulap. Pemkot Lubuklinggau menambah anggaran pembangunan sarana wisata di kawasan Bukit Sulap pada 2016 ini senilai dua miliar rupiah.

Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe di Lubuklinggau, mengatakan, sebelumnya sarana wisata itu dibangun di kaki Bukit Sulap. Kemudian, tahap kedua ini akan dibangun di atas bukit.

Ia mengatakan saran yang akan dibangun antara lain gazebo, kafe dan tempat santai, pendopo dan sarana outbound. Sarana menuju ke atas bukit itu tengah dibangun transportasi inclinator (semacam lift untuk mengangkut orang naik dan turun) dengan kapasitas belasan orang, untuk tahap pertama sudah rampung sekitar 500 meter dan tahap kedua sepanjang 100 meter dan diharapkan selesai 2016.

Pembangunan sarana tersebut sesuai dengan program “Visit Linggau” yang dilanjutkan 2016. Inclinator direncanakan dikelola oleh Perusahaan Daerah (Prusda) PT Linggau Bisa selain Waterpark di Kawasan Air Terjun Temam.

Inclinator yang sudah selesai dibangun itu sudah diuji coba berkali-kali bersama tamu dari luar Lubuklinggau dan anak sekolah, sedangkan pengerjaan fisiknya sudah rampung sekitar 80 persen, ujarnya.

Kasubag Humas Pemkot Lubuklinggau Ferdian mengatakan daerah itu memiliki inclinator terpanjang se-Indonesia dengan ukuran 600 meter untuk sampai ke puncak dengan memiliki empat shelter.

Rinciannya dari shelter A-B memiliki panjang 260 meter dengan tingkat kemiringan 22 derajat, dari shelter B-C memiliki jarak 180 meter dengan kemiringan 35 derajat. Jarak C menuju ke shelter D memiliki panjang 160 meter dengan kemiringan sampai 40 derajat.

Pemerintah Kota Lubuklinggau telah berupaya inclinator bisa diselesaikan 2016 dengan beberapa penyempurnaan saja. “Pembangunan itu tidak bisa kita sulap dengan pengerjaan satu malam, semuanya butuh proses untuk perencanaan saja membutuhkan waktu cukup lama,” ujarnya. Setelah pembangunan inclinator itu selesai maka sarana penunjang seperti tempat-tempat istirahat di setiap shelternya, jelasnya. (*)

 

 

 

LEAVE A REPLY