Menuju New Normal, PLN Percaya Diri

0
243

 

RADAR PALEMBANG, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat konsumsi listrik setelah adanya pandemi covid-19, mengalami penurunan. Pada Mei 2020 konsumsi listrik berkisar 18,63 Terra Watt hour. (TWh). Angka ini tentunya mengalami penurunan sebesar 10,73 persen dibanding bulan Mei tahun 2019 yakni sebesar 20,62 TWh. Sementara April 2020, tercatat konsumsi listrik sebesar 19,39 TWh, pada Mei turun sebesar 4,08 persen.
Memasuki masa transisi new normal, perusahaan pelat merah ini optimis penjualan listrik terutama di sektor bisnis dan industri kembali meningkat. “Kami optimistis ke depannya, penjualan ini akan kami genjot dari berbagai lini. Dan, melihat saat ini kondisi new normal yang sudah memberikan sedikit banyak ruang untuk ekonomi lebih bergerak, tentu menjadi angin segar bagi penjualan listrik di sektor industri dan bisnis PLN,” ujar Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/6).
Bob mengatakan, pihaknya akan melakukan dua strategi yang meliputi intensifikasi dan ekstensifikasi. Dikatakan, strategi intensifikasi bertujuan untuk mengoptimalkan pemakaian energi listrik pada pelanggan eksisting dan mempertahankan pelanggan eksisting. Sedangkan strategi ekstensifkasi bertujuan untuk meningkatkan kWh dengan melakukan penambahan pelanggan baru termasuk mengakuisi pelanggan yang memiliki captive power dan dedieselisasi.
“Selain itu, PLN juga melakukan efisiensi biaya, mencari ceruk pasar baru, optimalisasi layanan berbasis digital melalui New PLN Mobile dan kampanye electrifying lifestyle dan live sales melalui media sosial,” ujar Bob.
Sementara itu, Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PLN, Agung Murdifi mengatakan, pada bulan Juli, pihaknya akan melakukan pencatatan meter secara langsung ke rumah-rumah pelanggan pascabayar yang akan digunakan sebagai dasar perhitungan tagihan listrik di rekening bulan Juli 2020. “Akhir bulan Juni ini, kami memastikan seluruh petugas mencatat ke rumah pelanggan. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian tagihan rekening listrik dengan penggunaan listrik oleh pelanggan,” kata Agung dalam keterangannya.
Dia menyebutkan, pembacaan meter dilakukan dengan tetap memperhatikan Pedoman Pencegahan Pengendalian COVID-19 Kementerian Kesehatan RI untuk antisipasi penyebaran virus corona. Selain itu demi kenyamanan pelanggan, PLN juga menyiapkan layanan Lapor stand meter mandiri (baca meter mandiri) melalui aplikasi WhatsApp Messenger (WA) PLN 123 dengan nomor 08122123123, pelaporan mandiri pelanggan bisa dilakukan pada tanggal 24-27 setiap bulannya.
Pelaporan mandiri pelanggan yang valid akan dijadikan prioritas utama dasar perhitungan rekening listrik. “Jadi kalau pelanggan mengirimkan angka stand kwh meter dan kami nyatakan valid, kami akan menggunakan laporan tersebut sebagai dasar perhitungan rekening. Meskipun petugas catat meter mengunjungi rumah pelanggan,” ujar Agung.
Agung bilang, bahwa apabila lokasi rumah pelanggan tidak bisa didatangi oleh petugas dan pelanggan tidak mengirimkan laporan mandiri melalui WhatsApp, sebagai alternatif PLN akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar perhitungan rekening listrik. Dia menilai, potensi pelanggan tidak terbaca masih ada, karena ada wilayah yang ditutup karena protokol COVID-19, atau rumah terkunci atau rumah kosong. “Tentu kami tidak bisa melakukan pencatatan. Jika demikian kami akan menggunakan rata-rata 3 bulan sebagai dasar tagihan rekening listrik,” ungkap Agung.
Untuk pembayaran listrik atau pembelian token, PLN juga mengimbau pelanggan untuk memanfaatkan layanan online dalam melakukan pembayaran tagihan atau pembelian token listrik. Pembayaran listrik dapat dilakukan di mana saja tanpa harus mendatangi kantor PLN. Di antaranya melalui PT Pos, ATM, Internet Banking, SMS Banking, Aplikasi Dompet Digital (E-Wallet) seperti Link Aja, Gopay, dan sebagainya ataupun melalui aplikasi E-Commerce seperti Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan sebagainya.(dal/fin)

LEAVE A REPLY