Menang di MA, Tim Ilyas Bakal ke DKPP

0
106

Laporkan Komisioner Bawaslu dan KPU OI Atas Pelanggaran Etik

RADAR PALEMBANG – Mahkamah Agung (MA) menganulir keputusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU Ogan Ilir (OI) yang mendiskualifikasi pasangan Ilyas Panji Alam—Endang Pu Ishak sebagai calon Bupati/Wakil Bupati OI. Lantaran merasa dirugikan, tim Ilyas-Endang akan melaporkan komisioner Bawaslu dan KPU OU ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Alhamdulillah gugatan kami dikabulkan oleh MA.MA telah tepat mengambil keputusan karena memang diskualifikasi yang dikeluarkan oleh KPU sebagaimana rekomendasi Bawaslu tidak tepat untuk mendiskualifikasi pasangan ini.”Ini menjadi spirit bagi kami untuk meraih kemenangan pilkada nanti, insyallah 2 periode,”ujar Bendahara DPD PDIP Sumsel Yudha Rinaldi kepada Radar Palembang, Kemarin (27/10).

Apa langkah tim pemenangan Ilyas-Endang selanjutnya?  Yudha mengaku kemungkinan besar pihaknya akan membawa masalah ini ke DKPP.

Sementara itu, komisioner bidang pengawasan Bawaslu Sumsel, Junaidi SE MSi saat dimintai komentarnya perihal dikabulkannya paslon nomor urut dua, mengaku belum bisa berkomentar lebih banyak. “Saat ini kami belum menerima salinan putusannya dari Mahmakah Agung. Jika nanti sudah kami terima akan digelar rapat untuk mengagendakan langkah-langkah yang perlu diambil,”ungkap Junaidi.

Ketua KPU Sumsel, Dra Hj Kelly Mariana juga baru sebatas menerima capture salinan putusan MA terkait dikabulkannya gugatan Ilyas-Endang. Menurut Kelly, tahapan selanjutnya tinggal lagi KPU OI yang bakal menindaklajuti putusan MA paling lambat tiga hari setelah menerima salinan putussn MA tersebut. Ditanya apakah dengan dikabulkannya gugatan tersebut pihaknya merasa kecewa, Kelly mengaku taat dan patuh pada putusan MA.

“Intinya kawan-kawan KPU OI sudah berusaha semaksimal mungkin, bahkan sebelum dilayangkan ke MA, rekomendasi pendiskualiikasian Ilyas-Endang dari kepesertaan Pilkada OI ini juga telah ditelaah secara seksama oleh KPU RI. Ya, mau bagaiman lagi harus diterima karena putusan berkekuatan hukum tetap sehingga tidak ada lagi upaya hukum lain,” tukasnya.

Kuasa Hukum Ilyas-Endang KPU OI, Firli Darta mengatakan, KPU mempunyai waktu tujuh hari untuk melaksanakan putusan itu. Saat ini, pihaknya masih menunggu salinan putusan MA, untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan kedepan.

“Iya benar, kami ketahui dari website MA sekitar pukul 14.00 WIB tadi, alhamdulilah putusan Ilyas-Endang dikabulkan, dan ini sudah kami konfirmasi langsung ke MA,” kata Firli.

Ia menegaskan akan melaporkan KPU OI ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu), terkait putusannya mendiskualifikasi pasangan Ilyas-Endang, setelah menerima salinan putusan MA.

“Laporan ke DKPP itu pasti akan kita lakukan, setelah menerima secara resmi putusan MA,” tegasnya.

Pengamat politik dan sosial Bagindo Togar menyampaikan bahwa,pembahasan dan sidang di Mahkamah Agung itu sesungguhnya tertutup, relatif tak bisa diintervesi. Suka atau tidak suka, semua pihak atau kekuatan agar menerima keputusan hukum yang bersifat final ini.

Tak wajar mengungkit ungkit, proses hukum dan politik kelembagaan yang telah dilakukan oleh penyelenggara. Fokus melanjutkan tahapan pilkada selanjutnya di kab.Ogan ilir.

“Jangan pernah ada upaya revenge atau balas dendam oleh pihak yang dimenangkan atas pengabulan gugatan pembatalan puusan hukum.diskualifikasi darI Lembaga Hukum,”katanya.

Ogan ilir telah  berupaya optimal melakukan tugasnya dengan baik, sesuai kapabilitas, otoritas dan equitasnya terKedepan para Tim Pemenangan  plus Parpol diharapkan mampu merepresentasikan ragam kampanye yang kaya akan kreatifitas,menarik juga seru walau masih dalam.kondisi pandemik global covid 19.  Terkesan bijak,  secara kolektif sepakat bersama mensupport kerja penyelenggara supaya tercapai tingkat partisipasi politik warga dalam Pilkada Serentak nanti. (zar)

 

 

LEAVE A REPLY