Mekanisme Kampanye Berubah?

0
912

 

RADAR PALEMBANG  – Dicabutnya SK Nomor 016/KPTS/KPU- I/006.435466/VIII/2015 tanggal 24 Agustus 2015 digantinya SK Nomor 018/KPTS/KPU- OI/006.435466/VIII/2015 tanggal 27 Agustus 2015 yang menetapkan tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Ogan Ilir, membuat penetapan nomor urut dan jadwal kampanye dapat berubah.

Berubah atau tidaknya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Ilir tunggu arahan dari KPU Provinsi Sumatera Selatan terkait penetapan nomor urut pasangan calon yang ditetapkan tanggal 27 Agustus 2015 dan Mekanisme Kampanye yang sudah ditetapkan dan diputuskan berpasangan tim pasangan calon yang ditetapkan pada tanggal 24 Agustus 2015.

Ketua KPUD Ogan Ilir, Annahrir, SAg mengatakan pihaknya berpegang terhadap Surat Keputusan Nomor 018/KPTS/KPU-OI/006.435466/VIII/2015 tanggal 27 Agustus 2015 yang menetapkan tiga pasangan calon meski tahapan pelaksanaan pengundian nomor urut telah ditetapkan untuk pasangan nomor urut satu yakni Helmy Yahya-Muchendi-Mahzareki dan nomor dua yakni Aw Noviadi-Ilyas Panji Alam pada 25 Agustus 2015 dan mekanisme kampanye untuk nomor satu dan dua pada 26 Agustus 2015 lalu bersama tim paslon.

“Kita sudah menyampaikan surat ke KPU Provinsi Sumatera Selatan pada hari sabtu kemarin, untuk mohon petunjuk terhadap persoalan penentuan nomor urut paslon yang ditetapkan pada tanggal 27 Agustus, tidak ada dasar dalam peraturan KPU sehingga kita harus berkonsultasi dengan penyelenggaran di atas kita,” ujar Annahrir, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/8).

Selain memohon petunjuk terhadap penetapan nomor urut, juga mekanisme kampanye yang telah dimulai pada 27 Agustus 2015 lalu. Dijelaskan, Annahrir, sebelum keluarnya SK Nomor 18, pihaknya telah menetapkan dua zona kampanye dan telah disepakati dan diputuskan bersama tim paslon nomor satu dan dua jadwal kampanye tersebut pada tanggal 26 Agustus 2015.

“Kita tunggu dulu surat dari KPU Sumsel terhadap mekanisme itu seperti apakah ada pemanggilan ke pasangan calon dan membagi tiga zona kampanye baru kita melakukan kebijakan terkait masalah itu,” ujarnya.

Sementara itu Paslon yang ditetapkan pada 27 Agustus 2015 lalu, Ir Sobli Rozali MSi mengatakan pihaknya tak keberatan jika pihaknya mendapatkan nomor urut 3. “Permasalahan nomor urut kita tidak mempermasalahkannya, tujuan kita lolos menjadi balon,” ungkapnya singkat.

Berita sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Ogan Ilir mencabut surat keputusan KPU Kabupaten Nomor 016/KPTS/KPU-OI/006.435466/VIII/2015 tanggal 24 Agustus 2015 tentang penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Ogan Ilir 2015 yang menetapkan nama pasangan calon bupati dan wakil bupati Ogan Ilir yakni AW Nofiadi Mawardi S.PSi-HM Ilyas Panji Alam SH SE MM dan H Helmy Yahya-H Muchendi Mahzareki.
Digantikan dengan SK Nomor 018/KPTS/KPU-OI/006.435466/VIII/2015 tanggal 27 Agustus 2015 yang menetapkan tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Ogan Ilir.

Dicabutnya SK tersebut, lantaran Pihak KPUD Ogan Ilir memperhatikan berita acara rekapitulasi terhadap hasil tindak lanjut Rekomendasi KPU Provinsi Sumatera Selatan nomor 62/KPU.Prov.006/VIII/2015 tanggal 23 Agustus 2015, serta rekomendasi Panwaslih Kabupaten Ogan Ilir Nomor 086/PANWASLIH-OI/VIII/2015 tanggal 23 Agustus 2015 dan berita acara kesepahaman antara KPU Kabupaten Ogan Ilir dengan Tim Paslon Ir H Sobli Rozali MSi dan Ir Taufik Toha DEA tanggal 24 Agustus 2015.
Meski secara jadwal penetapan pasangan calon (Paslon) pada senin (24/8) oleh KPUD Ogan Ilir, paslon perorangan ini tak lolos lantaran tidak memenuhi total persyaratan 36412 jumlah surat dukungan.

Di tahapan verifikasi faktual pertama, paslon perorangan ini meraih 29855 suara sah dan tahapan kedua meraih 4650 suara sah. Hingga akhir penetapan paslon independent ini meraih suara 34505 kekekurangan 1907 suara sah.

Setelah dilakukan verifikasi faktual ulang berkas yang belum memenuhi persyaratan (BMS) ditingkat kecamatan dan desa atas rekomendasi dari KPU Provinsi Sumatera Selatan kepada KPUD Ogan Ilir untuk melakukan kembali verifikasi ulang, Paslon independent meraih 1983 suara sah. Dengan demikian paslon independent ini meraih jumlah suara 36488 kelebihan suara sah 76 dari persyaratan 36412. (Ben)

LEAVE A REPLY