Mapolres Muba Diserang, Satu Polisi Terluka

0
718
????????????????????????????????????

 

 

RADAR PALEMBANG -Aksi penyerangan kepada petugas kepolisian kembali terjadi. Kali ini terjadi di  Mapolres Muba, Minggu (21/10), sekitar 09.05 WIB. Tersangkanya Arison (40) warga Dusun I, Desa Ulak Paceh, Kecamatan Lawang Wetan, nekad menyerang petugas pakai senjata tajam (sajam) jenis badik. Aksi penyerangan itu, mengakibatkan Brigadir Marwan Hidayatullah, petugas Intelkam  mengalami luka robek di kedua jarinya di tangan kanannya.

Informasi dihimpun menyebutkan, mulanya Arison asli orang Pagar Alam itu, mengendarai Suzuki Carry Pickup Nopol BG 9833 BA, warna hitam masuk Halaman Mapolres Muba. Laju kendaraan terhenti, lantaran petugas melakukan pemeriksaan di pos penjagaan yang ada. Arison mengaku berkeinginan shalat di Masjid Al Muntaha di halaman Mapolres Muba, sekitar pukul 09.00 WIB..

Lalu petugas meminta kartu indentitas di pos penjagaan. Anehnya Arison parkirkan mobilnya  disamping mobil provos dan tak kunjung keluar mobil. Melihat keanehan itu, Petugas piket Bripka Eko Prasetyo menanyakan  Arison apa keperluan datang ke Mapolres Muba. Lalu petugas mengarahkan Arison kembali ke pos penjagaan dan bertemu Ipda Sumarwan.

Lalu Arison mengeluarkan pisau jenis badik dan petugas langsung menjauhi tersangka yang ada. Melihat aksi penyerangan itu, Brigadir Marwan Hidayatullah, berupaya merebut badik yang dipegang Arison dari arah belakang. Sayangnya aksi petugas Intelkam itu, terkena pisau dan mengalami luka robek di kedua jari tangannya. Barulah puluhan petugas menyergap Arison dan mengamankannya.

Kapolres Muba, AKBP Andes Purwanti, melalui Kasat Reskrim Polres Muba, AKP Kemas M Syawaluddin, mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti motif penyerangan tersangka ke petugas kepolisian.

Pihaknya  kesulitan, menginterogasi tersangka. Lantaran tersangka tak bisa dimintai keterangan, lantaran berbicara ngawur alias strees. Tersangka terlihat terus berontak tak sadar diri, dalam pemeriksaaan., “Kita bawa tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara, menjalani tes kejiwaan,” tegasnya.

Penjagaan pengamanan, terus ditingkat di Mapolres Muba. Orang yang hendak masuk ke Mapolres dimintai kartu identitas dan dilakukan pemeriksaaan menyeluruh.

Istri tersangka, Tini, mengatakan, suaminya adalah orang yang baik. Dirinya pun, tak pernah melihat tingka laku suaminya yang aneh selama 18 tahun berumah tangga. Memang, diakuinya, suaminya berkata dirinya tak tenang diganggu bisikan setan beberapa minggu ini. Maka itulah, suaminya melakukan rukiah kepada M Anshori Ahmad, yang masih keluarganya di Kota Sekayu.

Dari rukiah itulah, suami bertingkah laku aneh dan ngamuk di rumah, pagi tadi (kemarin). Lalu Arison pergi dari rumah, dalam kondisi tak stabil. ‘” Barulah tahu suamis saya, menyerang polisi,’ kata Tini sang istri seraya berharap sang suami, bisa diobati dan menjalani perawatan atas gangguan jiwanya. (ace)

 

LEAVE A REPLY