Mandiri Himpun Rp7 Miliar Dana Zakat, Infak dan Shodaqoh

0
1132

 

RADAR PALEMBANG – Bank Mandiri melalui BPZIS yang merupakan lembaga yang mengelola dana zakat , infak dan sodaqoh karwayan, sepanjang tahun ini berhasil menghimpun dana Rp7 miliar. Dana ini sudah disalurkan untuk kegiatan aman dan sosial.

Bendahara BPZIS Bank Mandiri Suyatin didampingi Kepala Bank Mandiri Wilayah Sumatra II Palembang Satria mengungkapkan, setitap tahun Bank Mandiri memiliki progam aspirasi spirit memakmurkan negeri. Progam ini merupakan progam amal yang dananya diambil dari zakat infak dan shodaqoh pegawai.

Dari dana ini Mandiri menyalurkan untuk beberapo pos sisial, mulai dari pengobatan gratis, bantuan permodalan, bea siswa hingga program sunatan masal. Salah satunya yang dilaksanakan Minggu (28/12) dengan melaksanakan sunatan masal dan pemberian santunan untuk anak yatim.

‘’Dari dana aman para pegawai, setiap bulannya terkumpul berkisar Rp 500 juta, sepanjang tahun ini total jumlahnya berkisar Rp7 miliar. Dana ini merupakan murni dana amal, Mandiri menyalurkannya selalu menggang pihak terkait, seperti sunatan masal menggadeng dinas kesehatan dan badan amil zakat sumsel,” jelasnya saat menghadiri acara sunatan masal, Minggu (28/12).

Menurutnya, beberapa pos penting yang menjadi lahan penyaluran dana, diantaranya pengembangan usaha kecil dan bantuan beasiswa untuk anak yatim, dua program ini merupakan andalah Bank Mandiri dalam penyaluran dana amal, selain itu, Mandiri juga mengalokasikan dana dalam besaran tertentu yang diambil dari dana CSR perusahaan.

Namun dari sekian banyak pos penyaluran, progam sunatan massal  yang digelar disemua kantor wilayah merupakan progam amal yang paling banyak melibatkan penerima bantuan. Secara nasional bank mandiri menargetkan seribu anak yang kurang mampu untuk di khitan. Sementara untuk Wilayah Sumatra II ditargetkan 300 anak, namun dalam realisasinya antusias masyarakat membludak, bahkan naik dua kali lipat.

‘’Untuk kanwil kita total anak yang di khitan secara gratis mencapai 600 anak khusus untuk Palembang berkisar 330 anak, Lampung 230 anak sisanya provinsi lain. Karena animo masyarakat sangat besar, Kanwil terpaksa nombok. Sebab dana yang diberikan BPZIS sendiri hanya berkisar Rp 288 jutaan untuk 300 anak.

Kegiatan sunantan masal yang dilakukan Mandiri dilasanakan juga dalam rangka menyambut tahun  baru. Mandiri secara serentak menggelar di beberapa kota Serti Garut, Semarang, Lampung, Medan, jakarta, Palembang dan Lumajang.

Ketua Badan Amil Zakat Sumsel Prof Dr H Aflatun Muchtar mengungkapkan, zakat infak dan shodaqoh merupakan kewajiban semua orang, hal ini merupakan satu bentuk ajaran Islam  yang  ingin meretas garis kemiskinan antara si kaya dengan simiskin, dengan progam ini orang-orang yang memiliki uang bisa lebih perhatian terhadap orang yang ada dibawahnya.

‘’Apa yang dilakukan Bank Mandiri dengan menghimpun secara langsung dana zakat, infak dan shodaqoh pegawainya merupakan satu hal yang patut ditiru perusahaan lain, jika semua perusahaan besar memiliki progam  yang sama, tentu akan makin banyak lagi orang-orang miskin yang bisa disantuni dan diringankan bebannya,’’ katanya. (iam)

 

LEAVE A REPLY