Manager Rp 1 Miliar Hadir di Palembang

0
906
Foto : Sungai Musi Urat Nadi Semangat Palembang

RADAR PALEMBANG-Siapa yang tidak kenal dengan sosok Meneger  Rp 1 miliar ini. Mantan Meneg BUMN sekaligus orang sukses dari kalangan pengusaha multinasional yang mampu menunjukkan kesuksesanya di usia muda. Kini di Palembang untuk berbagi pengalaman dengan masyarakat dan para calon eksekutif muda di Hotel Emilia PIM hingga malam ini (10/5).

Tanri Abeng Si ‘Manajer Rp 1 Miliar’ yang memulai bisnis dari jualan Pisang ini memang mengawali karir pengusahanya sejak usia 6 tahun. Meski ada faktor  terpaksa karena hidup di tengah keluarga kurang mampu, bagi Tanri itu bukan jadi alasan untuk bisa sukses, harus miskin dahulu.

Siapapun yang ingin memulai usahanya, meski itu keturunan orang kaya, memang harus memisikinkan fikiran dan jiwanya, sehingga ia bisa memompa semangat untuk bangkit dan memanfaatkan menghargai waktu yang dimiliki semaksimal mungkin.

Begitu berharagnya sebuah kerja keras, Tanri menyebut pengalamanya, seminggu ia jualan 1 sisir pisang pada zaman kecilnya, sudah cukup untuk jajan saya 1 minggu.

“Intinya, dari awal kita harus siap dengan segala risiko dalam semua pekerjaan. Jadi, ketika kita mengalami kegagalan, kita akan mampu bangkit dengan cepat,” jawab Tanri di tengah peserta seminar di Hotel Emilia Palembang (10/5) . Dia juga mengingatkan, kesalahan akan menjadi sebuah kerugian jika kita tidak belajar dari kesalahan tersebut.

Selain motivasi, Tanri menekankan pentingnya mengatur waktu dengan baik, salah satunya dengan membuat perencanaan. Dengan perencanaan, kita bisa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin timbul.

“Waktu adalah kekayaan yang paling mahal yang harus kita atur sebaik-baiknya. Jika kita mengatur waktu dengan baik, maka kita akan menjadi pribadi yang efektif,” pungkasnya.

“Masih SMA saja, saya  sudah mengetik sendiri dari sekolah saya stensil langsung saya jual,” terangnya.  “Proses saya memang profesional tapi perilakunya entrepreneur,” imbuhnya. Tanri Abeng yang  lahir di Selayar, Propinsi Sulawesi Selatan 7 Maret 1942, mengaku harus belajar dengan keras, sambil  mencari uang untuk menopang kebutuhan sehari-harinya.

Sikap tidak mau menyerahnya terhadap keadaan terbukti membuahkan hasil. Ia terpilih sebagai peserta program pertukaran pelajar American Field Service. Kemudian ia meneruskan kuliah di Universitas Hasanudin. Ketika jadi mahasiswa Tanri memperoleh beasiswa untuk mengambil Master of Business Administration dari State University, New York.

Dalam waktu singkat pada usia 29 tahun sudah menduduki jabatan direktur keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan multinasional tersebut.

Tahun 1979 Tanri pindah, menjadi Chief Executive Officer di Multi Bintang dan berhasil mengangkat perusahaan multinasional ini menjadi bintang pasar minuman di Indonesia.  Tahun 1991 Tanri mencari tantangan baru dengan menjadi CEO di Bakrie Brothers, namun tetap diminta menjadi Non executive chairman di Multi Bintang. Di Bakrie ia juga melakukan turn around dengan melakukan restrukturisasi, profitisasi, dan akhirnya menjadi perusahaan publik.

Sementara itu, ia juga memegang banyak posisi senior non eksekutif di banyak organisasi kepemerintahan dan LSM seperti Komisi Pendidikan Nasional, Badan Promosi Pariwisata, Dana Mitra Lingkungan, Asosiasi Indonesia Imggris, Institut Asia-Australia, Yayasan Mitra Mandiri, dan sebagainya.

Terakhir, ia dipercaya menjadi Menteri Negara Pendayagunaan BUMN dari 25 Mei sampai dengan 13 Oktober 1999. Saat ini Tanri lebih memilih fokus di dunia pendidikan, ditandai dengan dibangunnya Universitas bernama Tanri Abeng University.(ayu)

LEAVE A REPLY