Malaysia Belajar Kebersihan ke Palembang

0
1070

 

RADAR PALEMBANG – Tenaga ahli Malaysia yang tergabung dalam Waste Management Association of Malaysia (WMAM) atau asosiasi tenaga ahli kebersihan di Malaysia, melakukan kunjungan ke Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang. Menurut

Executive Committee WMAM, Dr Uzir Bin Abdul Malik mengatakan, tujuan kedatangan pihaknya bersama beberapa ahli kebersihan di Malaysia tersebut ingin mempelajari seperti apa teknologi dan cara pemerintahan daerah menyadarkan masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Pasalnya, pertama kali menginjakkan kaki di Palembang, dirinya bersama rombongan merasa kagum dengan tingkat kesadaran masyarakatnya, dalam menjaga kebersihan. Sehingga, kota Palembang saat tahun 2005 adalah kota terkotor, ditahun 2007 hingga 2014, Palembang berhasil meraih penghargaan tertinggi di bidang kebersihan se Indonesia.

“Kami kagum dengan cara Pemerintah kota (Pemkot) Palembang, yang mampu merangkul masyarakatnya, untuk sama-sama menjaga kebersihan,” kata dia. Jumat (27/3)

Ditambahkanya, meskipun untuk teknologi kota Palembang masih standar. Ahli tata kelola bidang kebersihan asal negeri jiran ini mengatakan, tanpa teknologi yang tinggi, kota Palembang tetap mampu meraih predikat kota bersih.

Tidak hanya sebatas kekagumannya terhadap kebersihan yang dapat dilakukan oleh Palembang. Palembang dinilai mampu melakukan pengelolaan gas metan sampah untuk kebutuhan listrik dengan skala yang cukup besar.

“Di Malaysia juga punya pengelolaan gas metan yang berasal dari sampah dengan teknologi yang tinggi, tenaga listrik yang dihasilkan hampir sama dengan Kota Palembang yang menggunakan teknologi dengan biaya yang rendah,” tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris DKK Palembang, Mahbuk menerangkan, kunjungan dari asosiasi ahli kebersihan ini untuk melakukan sharing dalam bidang teknologi kebersihan.Dalam kesempatan ini, rombongan ahli dari Malaysia memang sangat mengagumi keberhasilan kota Palembang dalam hal kebersihan.

“Banyak yang ingin mereka pelajari. Namun, kami juga ingin mengetahui dan mempelajari teknologi yang ada di Malaysia,” tambahnya.

Mahhbuk juga mengungkapkan, dalam kesempatan ini juga, pihak Malaysia juga mengundang Pemkot Palembang hadir dalam kegiatan teknologi tepat guna yang diadakan WMAM di Malaysia.

“Jadi bukan hanya Malaysia yang belajar. Jika ada kesempatan, Pemkot Palembang juga ingin belajar ke Malaysia, terkait teknologi yang dimiliki,”pungkasnya.(tma)

LEAVE A REPLY