Lestarikan Budaya Minum Jamu, Si Nyonya Tua Rangkul Pejuang Jamu Gendong

0
811

RADAR PALEMBANG – Semasa kecil, kita terbiasa melihat mbok jamu gendong lewat di depan rumah, bahkan bisa jadi ibu kita adalah salah satu pelanggan   tetap jamu tradisional ini.

Minuman khas budaya Indonesia dengan segudang manfaat bagi kesehatan ini, kini nyaris sulit ditemukan. Budaya “menjamu” seolah hilang berganti dengan menjamurnya minuman kekinian.

Untuk itu, Vaurina, Owner Si Nyonya Tua merangkul  pejuang-pejuang jamu gendong untuk  melestarikan budaya minum jamu yang disesuaikan dengan era super instan.

“Kebanyakan lidah anak muda sekarang menolak rasa dari minuman tradisional ini, padahal minuman ini bermanfaat untuk kesehatan,” tuturnya saat dibincangi beberapa waktu lalu.

Agar bisa diterima oleh lidah masyarakat, Vaurina mencoba memodifikasi rasa jamu tanpa mengubah khasiat dan keaslian dari rempah-rempah yang digunakan. Bahkan diakuinya, mulai dari kalangan usia anak-anak hingga dewasa menikmati setiap tegukan dari jamu yang namanya diambil dari La Vecchia Signora, julukan bagi klub sepak bola Juventus yang merupakan idola dari sang suami, Rangga.

Wajah Si Nyonya Tua sendiri adalah raut wajah Vaurina yang diedit menggunakan aplikasi tua, ditambah wajah sipit dan rambut ala nyonya tua. Disebutkan oleh wanita berkacamata ini, dalam menjalankan usaha jamu tradisional, dirinya didukung penuh oleh sang suami.

“Kunyit asam adalah jamu pertama  yang  kita produksi, sekarang ditambah dengan beras kencur dan temulawak,” terang wanita penyuka jamu sejak muda ini.

Ia menyebutkan, usaha jamu bukan hanya bisnis semata yang mementingkan keuntungan, namun ia mempunyai visi untuk mewujudkan kembali budaya konsumsi jamu di tengah masyarakat modern Indonesia.

Selain itu, Vaurina dan suami juga mempunyai misi atau tujuan ingin menciptakan produk jamu yang dapat diterima oleh masyarakat modern, bisa membangkitkan dan meningkatkan produksi jamu gendong, membentuk komunitas jamu gendong lebih kuat sehingga dapat meningkatkan pendapatan penjual jamu gendong di Indonesia khususnya di kota Palembang.

“Motto kita adalah Indonesia “Menjamu”, back to nature, back to culture, Jamu Gendong Menolak Punah,” tegasnya.

Menggunakan bahan-bahan asli berkualitas dan fresh dibuat pada saat ada pesanan, jamu Si Nyonya Tua memang terasa nikmat dan segar, apalagi dikonsumsi dalam keadaan dingin.

“Jamu kita tidak menggunakan pengawet maupun bahan-bahan kimia. Kita sistemnya PO, jadi dibuat pada saat ada pesanan makanya jamu kita  fresh, kalau mau disimpan di  kulkas bisa tahan sampai empat hari,” terangnya.

Vaurina juga mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya minum jamu, menurutnya semakin banyak masyarakat membeli produk jamu Si Nyonya Tua, maka semakin banyak penjual jamu gendong yang akan bergabung bersama dalam komunitas Jamu Gendong Menolak Punah sejahtera bersama Si Nyonya Tua, sehingga dapat menggerakan ekonomi kerakyatan pada bidang produksi jamu tradisional.

Penikmat jamu kini dapat merasakan kesegaran jamu tradisional Si Nyonya Tua yang dikemas dalam botol cantik ukuran 250 ml seharga Rp15.000, dengan cara memesan melalui nomor WhatsApp  0878-9822-8020 atau DM Instagram @sinyonyatuapalembang. (hen)

LEAVE A REPLY