Lestari Capital Luncurkan Mekanisme Pembiayaan Inovatif

0
368

 

 

RADAR PALEMBANG -Lestari Capital mengumumkan peluncuran sebuah mekanisme pembiayaan baru untuk mendorong konservasi jangka panjang melalui pasar komoditas global, dengan Cargill sebagai klien pertamanya. Terobosan ini diumumkan pada Forum Tri Hita Karana untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Model dampak Lestari Capital ini menjawab kebutuhan pembiayaan konservasi jangka panjang melalui kolaborasi dengan sektor keuangan, komoditas, dan ekonomi iklim. Sustainable Commodities Conservation Mechanism (SCCM) menjadi inti dari kemitraan ini, yang membiayai proyek-proyek selama periode waktu 25 tahun. SCCM memberikan pengawasan fidusia independen yang memastikan pembayaran atas dasar hasil nyata di lapangan, sehingga menjamin manfaat bagi masyarakat lokal dan terhadap iklim global serta keanekaragaman hayati.

Lestari Capital menyediakan suatu kendaraan pembiayaan proyek yang aman dan transparan untuk perusahaan-perusahaan komoditas agar dapat memenuhi berbagai kewajiban komitmen keberlanjutan, serta standar seperti sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Perusahaan ini juga mengembangkan sumber-sumber pembiayaan konservasi dari berbagai sektor lain yang terus berubah dalam menghadapi tekanan konsumen dan industri, termasuk sektor energi, transportasi, dan teknologi.

“Kami mendirikan perusahaan ini untuk mengatasi dua aspek kegagalan pasar. Pertama, tidak cukup banyak permintaan terhadap proyek konservasi berkualitas tinggi dan kedua, pasar komoditas global belum cukup menjaga sumber daya alam yang ada,” kata Gabriel Eickhoff, CEO Lestari Capital.

“Kami berupaya mengatasi mata rantai yang terputus ini dengan menghubungkan permintaan perusahaan akan hasil konservasi yang tahan lama, dengan proyek-proyek yang memerlukan modal operasional jangka panjang di lapangan,” tambahnya.

Transaksi awal Cargill melalui SCCM akan membiayai operasi konservasi 25 tahun untuk sebuah proyek kehutanan masyarakat di jantung Kalimantan, yang akan mendukung anggota masyarakat untuk melindungi hutan dan berinvestasi ke dalam pencaharian baru seperti ekowisata dan produk hasil hutan.

“Kami bermitra dengan Lestari Capital untuk merancang suatu mekanisme yang dapat memenuhi kebutuhan kami sebagai anggota RSPO, sehingga dapat menjamin bahwa komitmen pembiayaan kami untuk konservasi keanekaragaman hayati dan restorasi lanskap dikelola secara bertanggung jawab dan dapat bertahan lama,” kata Colin Lee, Direktur Corporate Affairs Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd.

“Kami merasa terhormat dapat membantu masyarakat Desa Nanga Lauk melindungi keanekaragaman hayati dan layanan ekosistem yang vital bagi pencaharian mereka. Saya berharap komitmen kami dapat mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk menjadikan konservasi dan restorasi sebagai bagian dari operasi harian mereka,” tambahnya lagi. (rel)

 

LEAVE A REPLY