Layani Pengobatan Alternatif Tanpa Mematok Biaya

0
646

 

+ Balai Pengobatan Dewi Kwan Im Km 12

RADAR PALEMBANG – Pengobatan Dewi Kwan Im KM 12 Palembang tepat hari ini memperingati 9 tahun kirpahnya dalam dunia pengobatan alternatif, Minggu (6 /10).
Pengobatan yang dilakukan oleh Ko Alam ini, sangat diminati masyarakat Palembang, karena bisa mengobat penyakit medis dan no medis.
Pengobatan alternatif yang berada di Jalan Lintas Palembang- Banyuasin KM 12 (Simpang Kades), bukan hanya terkenal di Palembang, sejumlah pasien juga datang dari berbagai daerah maupun luar negeri.
Saat itu jam menunjukan pukul 11.00, tetapi antrean panjang sudah terlihat di lokasi pengobatan, salah satunya adalah Surya seorang warga muslim pasien asal Sumatera Barat ini.
Menurut Surya, ia datang jauh dari Padang untuk mengobati anaknya yang berkebutuhan khusus, alasan berobat karena bisa mengobati non medis. “Saya sudah tiga kali berobat disini, alhamdulillah selain biayanya tidak mahal karena bayar seikhlasnya juga anak saya mulai sembuh,” jelasnya di wawancarai saat antrean berobat.
Memang, pengobatan alternatif yang dilakukan Ko Alam ini tidak mematok biaya atau dengan kata lain, pasien kalaupun mau memberi uang hanya seikhlasnya saja. “Pengobatan yang saya berikan misinya memang untuk menebar kebaikan dan kesehatan, ternyata sudah sembilan tahun ini antusias disambut positif oleh masyarakat,” ungkap Ko Alam.


Ko Alam menambahkan, dalam pengobatan yang diberikan sifatnya universal atau tidak memandang suku, ras, agama, jabatan dan lain-lain. Dimana setiap pasien yang datang akan diupayakan dibantu maksimal tanpa dibeda-bedakan sama sekali.
“Saya ikhlas membantu masyarakat tanpa pamrih, karena saya memang ingin membantu siapa saja, dan hari ini sekitar 2.000 orang dari pagi sampai siang datang untuk berobat,” ujarnya.
Selain itu, metode pengobatan alternatif yang dilakukan hanya bermodalkan atau perantara air mineral, mirip dengan pengobatan alternatif pada umumnya, tidak ada syarat khusus.
Ia pun berharap untuk tahun depan bisa banyak lagi orang yang datang berobat. “Karena misi saya ingin membantu orang untuk sehat dan menyembukan penyakit,” kata dia.
Bahkan bila ada sumbangan dari masyarakat yang ingin berobat, nantinya akan disalurkan kembali untuk kegiatan sosial dan membantu warga kurang mampu.
Tokoh Agama Buddha Sumsel, Darwis Hidayat mengakui dengan adanya pengobatan alternatif ini bisa membantu warga yang kurang mampu. Hal itu dilihatnya setiap kali dibukanya pengobatan ini.
“Pengobatan ini positif, siapapun tanpa terkecuali bisa datang berobat, bisa dilihat sejak pagi antusias masyarakat ramai yang datang,” kata dia.
Sementara itu, pantauan Koran ini dari sekitar 2.000 umat yang hadir terlihat ketua Paguyuban Anxi Sukarta, Ketua Marga Tan Arifin, Ketua marga Yap Sukardi, Ketua marga Sho Gunawan Adi Suwarno, tokoh Agama Buddha Darwis Hidayat, pengacara kondang Sumsel Sutiono, Ketua Wanita Buddhis Indonesia Palembang Ruzmiati Zen dan banyak lagi lainnya. (sep)

LEAVE A REPLY