KUR Diarahkan ke Pangan

0
236

 

Jika biasanya Kredit Usaha Rakyat (KUR) diberikan bagi pelaku usaha UMKM perdagangan, kali ini Bank Indonesia membuka peluang KUR sector pangan. Tujuannya, mendukung program pemerintah, swasembada pangan.

RADAR PALEMBANG  – Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Hari Widodo mengungkapkan, pengembangan binis UMKM khususnya sektor pangan perlu mendapat porsi lebih besar. Selain untuk swasembada pangan, pengembangan UMKM sektor pangan ini juga menggerakkan sektor ril dari lapisan masyarakat paling bawah.

“Selama ini BI sudah memiliki beberapa agenda dan program untuk pengembangan UMKM. Untuk di perkotaan masih terfokus pada pengembangan sektor kerajainan, kuliner dan perdagangan, namun untuk di daerah sudah mulai mengarah ke sektor pangan,” jelas Hari saat menjadi pembicara dalam acara Fokus Group Diskusi Jumat (26/8) di The Fab Cafe and Resto.

Menurutnya, untuk pengembangan produktivitas sektor pangan, banyak produk pertanian yang perlu mendapat support, baik untuk managerial maupun pendanaan dan bantuan lainnya. Selama ini banyak orang yang beranggapan, jika pengembangan sektor pangan hanya terpusat di beras saja, padahal banyak produk komodisi sembako lain yang perlu dikembangkan.

Beberapa tahun terakhir, BI sudah mulai konsen mengembangkan sektor tanaman pangan, seperti cabai, bawang hingga padi. Komoditi utama ini selama ini turut memberikan andil besar terhadap inflasi. Tentu ini harus dijaga agar masyarakat memiliki kepastian. “Jika nilai tukar petani ada kestabilan tentu mereka bisa lebih sejahtera,” katanya.

Sektor pangan selama ini menjadi momok menakutkan untuk pemberian andil inflasi, lebih dari 50 persen inflasi selalu disumbang sektor pangan. Artinya, jika pemerintah dan semua stakeholder terutama perbankan memiliki komitmen yang sama untuk pengembangan UMKM pangan, semua bisa diatasi.

Bendahara Umum BPD HIPMI Sumsel Adam Sautin mengaku, kontribusi pelaku usaha UMKM semua sektor terhadap pertumbuhan ekonomi sangat besar. Makanya sudah saatnya pemerintah memberikan porsi yang lebih untuk pengembangan UMKM. “Yang paling penting adalah serapan tenaga kerja, meski satu usaha itu tidak banyak membutuhkan tenaga kerja, namun yang pelu diingat, di Sumsel saja memiliki jutaan UMKM yang bergerak di berbagai bidang, salah satunya sektor pangan,” jelasnya.

Dukungan Perbankan

Apa yang sudah dikembangkan oleh pemerintah dan Bank Indonesia mengenai pengembangan sektor UMKM pangan melalui penyaluran kredit dengan poris yang besar juga didukung oleh bank yang menjadi penyalur KUR.

Pimpinan Wilayah BRI Palembang Edy Priono mengatakan, hingga Juni lalu, BRI sudah mengucurkan KUR berkisar Rp1,2 triliun di tiga provinsi termasuk Sumsel, dari alokasi penyaluran tersebut, Rp394 miliar diserap oleh sektor ritel sepreti perdagangan sementara sisanya diserap oleh mikro yang termasuk didalamnya UMKM pangan.

“Kami menargetkan sampai akhir tahun bisa menyalurkan KUR Rp2,7 triliun. Sektor yang akan kami fokuskan adala pertanian untuk mendukung program swasembada pangan,” kata Edy.

Sejauh ini, serapan yang paling besar KUR BRI masih dari sektor perdagangan dan komoditas, yang dominasi hampir 51 persen. Ke depan, BRI akan memperbesar portofolio untuk sektor pangan dan turunannya. Sebab sektor ini akan berkaitan langsung dengan ekonomi masyarakat. “Pertanian, padi, cabai, kopi hingga karet tetap akan kami support habis,” katanya.

CEO BNI Wilayah Palembang Rianto Wisnuardhy, sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi), pihaknya terus fokus pada pendanaan sektor kecil menengah seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR). “Penyaluran kami sejauh ini sudah tembus Rp600 milir dari target kami Rp800 miliar,” jelas dia.

Penyerapan terbesar sejauh ini masih dari sektor perdagangan dan komoditi. Namun BNI sudah merancang untuk arah penyaluran KUR ke depan. Sektor pertanian akan mendapatkan alokasi khusus dengan jumlah dana yang cukup besar. “Kami pikir pertanian yang berkaitan dengan pangan juga seangat potensial untuk menjadi ladang penyaluran KUR. “Kontribusi pertanian sejauh ini sudah 20 persen, ini tentu bisa ditingkatkan lagi,” jelasnya. (iam)

LEAVE A REPLY