Kunjungan Wisata Terancam

0
53
Pengurus Astindo dan PHRI pose bareng dengan anggota DPR RI Wahyu Sanjaya

 

+ Imbas Kenaikan Harga Tiket

RADAR PALEMBANG, ASOSIASI Trevel Agent Indonesia (Astindo) Sumsel kecewa dengan kenaikan harga tiket pesawat domestik yang alami kenaikan ‘selangit’. Menurut mereka, ini akan berdampak pada menurunnya minat kunjungan wisata domestik.

Ketua DPP Astindo Sumsel Welly Gunawan mengatakan, kebijakan maskapai yang menaikkan harga tiket dengan nominal yang tinggi sangat merugikan mereka. Menurutnya, kenaikan ini juga bukan tanpa sebab.

Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri diduga menjadi salah satu faktor kenaikan. “Dampaknya biro perjalanan yang melayani wisata domestik akan bangkrut. Ini membunuh travel agent namanya,” katanya saat melakukan audensi dengan anggota Komisi VI DPR RI Wahyu Sanjaya, kemarin.

Karena tiket domestik yang tinggi, para biro perjalanan nantinya akan lebih memilih membawa wisatawan ke luar negeri dari pada wisata domestik. Karena dari sisi bisnis, paket wisata yang ditawarkan lebih murah.

Ketua PHRI Sumsel Erlan Aspiudin, juga mengkritisi soal naiknya tiket pesawat dan bagasi berbayar yang diterapkan maskapai. Dampaknya akan menyasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di destinasi wisata. “Wisatawan akan memilih tidak berbelanja. Karena biaya bagasi yang sangat mahal,” ungkapnya.

Kondisi ini menurut Erlan sangat buruk. Ditengah geliat pariwisata yang terus berkembang. Artinya, target kunjungan wisatawan yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata juga terancam.

Dia berharap, pihak Kementerian Pariwisata (Kemenpar) harus segera membahas hal ini dengan Kementerian Perhubungan. Karena kebijakan ini sudah merugikan. “Kalau tiket domestik mahal, orang akan lebih berminat untuk datang ke luar negeri, karena tiketnya lebih murah,” tandasnya. (sep)

 

LEAVE A REPLY