Kuncinya “IKHLAS”

0
234

RADAR PALEMBANG – Dalam bisnis perhotelan, restoran, maupun hiburan nama Herlan Asfiudin atau biasa disapa babe sudah tidak asing lagi. Pria yang sukses menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel hingga saat ini sudah dua periode ini sudah banyak melakukan terobosan-terobosan baru untuk meningkatkan pariwisata salah satunya kartu Super Sumsel.

Mengawali karir sebagai seorang kontraktor setelah menyelesaikan bangku kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya pada tahun 1980, babe menuturkan hampir 10 tahun bergelut di bisnis kontraktor mencoba bermain proyek kecil maupun besar. Seiring waktu, babe memutuskan untuk tidak lagi bermain proyek “Semakin kesini, proyek-proyek ini sudah tidak menarik lagi, banyak potongan-potongan, pengawasan, dan sudah tidak kondunsif lagi. Kebetulan bos Babe punya hotel yang terletak di KM 9, tapi tidak ada yang mengelola, kemudian babe diminta untuk mengelola hotel tersebut, inilah pertama kali babe terjun ke bisnis perhotelan,” tuturnya saat berbincang di kantornya, Selasa (10/9).

Setelah beberapa tahun bergelut di dunia perhotelan dan bergabung dengan PHRI pada tahun 2011 ada Musyawarah Daerah (Musda) PHRI untuk pemilihan ketua baru dimana babe terpilih sebagai ketua.

Kiprah pertama babe sebagai ketua PHRI dimulai dengan membangun pariwisata di Sumsel khususnya Palembang. Dikatakan babe, kuncinya harus menyatukan seluruh stakeholder, tidak bisa pariwisata berjalan sendiri-sendiri, ada istilahnya pentahelix dimana di dalamnya ada unsur akademisi, pemerintah, komunitas, pemerintah, dan media. “Menyatukan 5 unsur ini perlu waktu bertahun-tahun selain konsolidasi hotel sendiri yang selama ini banyak kekurangan segera kita bagusi dan perbaiki. Alhamdulillah periode pertama menjabat sebagai ketua hingga tahun 2016 kondisi sudah agak bagus,” ujar babe yang juga menjabat sebagai Staf Khusus Walikota Bidang Pariwisata, Budaya, Industri dan Ekonomi Kreatif

Peningkatan hotel yang sangat signifikan terjadi pada waktu proses Sea Games yang uberlangsung pada tahun 2011, setelah event besar tersebut dan ditambah beberapa event nasional lainnya banyak investor mulai tertarik membangun hotel di Palembang, hingga tercatat saat ini ada 166 hotel yang terdata di dalam kota Palembang dan hampir 11.000 kamar yang tersedia. “Dengan kondisi ini kita bisa mengambil event kelas dunia, buktinya Sea Games dan yang terbaru Asian Games tidak ada masalah, berarti kota ini sudah mampu menyelenggarakan event-event besar,” tambahnya.

Lanjutnya, sektor hotel, restoran dan hiburan di kota Palembang bertahun-tahun menjadi primadona untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dimana tahun lalu mencapai 185 miliar dan tahun ini ditingkatkan menjadi 390 miliar dari ketiga sektor tersebut. Selain itu katanya, ada berbagai upaya untuk meningkatkan PAD mulai dari pemasangan e-tax, pembersihan intern di pemerintahan dimana oknum-oknum nakal disingkirkan.

“Jadi intinya kunci hidup bagi babe itu cuma begawe ikhlas, jangan berfikir aku dapat apo, karena rezeki bukan kehendak kito, itu semuanyo kito serahkan samo Tuhan. kadang ado rezeki nomplok yang tidak disangko-sangko. Tiap hari babe selalu bangun pagi-pagi langsung berfikir hari ini apo yang biso babe lakukan. Kalau babe ado undangan, babe datang karena disitu kito biso bersilaturahmi dengan banyak wong, itu jugo rezeki,” ujarnya bijak.

Kesuksesan dua tahun berkiprah sebagai ketua PHRI, babe dilirik dan dipinang dari berbagai organisasi yang memintanya untuk bergabung sebagai ketua. Setelah berbagai pertimbangan, akhirnya babe memutuskan untuk bergabung dengan organisasi yang masih berkaitan dengan pariwisata yaitu Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) yang dibentuk oleh dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) sebagai ketua.

Langkah babe memajukan kota Palembang tidak berhenti disitu saja, langkah selanjutnya yang dilakukan Babe selanjutnya adalah bagaimana menarik orang untuk datang ke Sumsel khususnya Palembang. “Dengan kapasitas babe yang bisa merangkul kawan-kawan dari hotel, restoran,dan lainnya yang bisa memberikan diskon, kenapa tidak dilakukan sesuatu untuk masyarakat,akhirnya babe membentuk Solidaritas Untuk Pariwisata dan Ekonomi Rakyat (SUPER) Sumsel yang merupakan kumpulan dari seluruh stakeholder pariwisata untuk memajukan pariwisata Palembang.

Lanjutnya, terkait tingginya harga tiket beberapa waktu lalu yang sangat memberatkan pariwisata bahkan membuat orang malas untuk datang ke Palembang dengan tingginya harga tiket. Akhirnya babe terbersit untuk melakukan terobosan lain dengan meluncurkan kartu membership Super Sumsel, kartu yang sangat bisa memberikan potongan harga bagi pemegangnya di berbagai merchant yang terkait pariwisata, mulai dari hotel, restoran, tempat kebugaran, salon kecantikan, dan masih banyak lainnya dengan 500 lebih merchant yang sudah bekerja sama. “Mulai tahun depan babe membuat komunitas lebih besar masuk ke ranah Sumbagsel,” pungkasnya. (hen)

LEAVE A REPLY