KTNA Berharap Nopran Bisa Tingkatkan Pembinaan Pertanian

0
757

RADAR PALEMBANG – Petani di Kabupaten Lahat meminta agar pembinaan kepada para petani dapat ditingkatkan. Apalagi potensi pertanian yang sangat tinggi di sana.
Keinginan ini disampaikan Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Pajar Bulan Miriyansyah kepada Radar Palembang Kamis (2/6).

Harapan ini ia sampaikan kepada Nopran Marjani yang merupakan amggota DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) asal Daerah Pemilihan (Dapil) Lahat, Empat Lawang dan Pagar Alam.

“Ya, kalau dari potensi di sini sangat bagus. Apa saja yang ditanam Insyaallah akan tumbuh. Tanahnya subur sekali,” ujar pria yang kerap disapa Cha ini.

Karenanya sawah, kebun kopi dan sayur sayuran tumbuh subur di daerahnya, kata Cha. Disamping potensi yang besar, ada satu harapan yang ingin ia sampaikan. Salah satunya keinginan pembinaan lebih intens lagi kepada para petani.

Pasalnya kata Cha, ilmu yang dimiliki para petani masih sangat tradisional. Ilmunya Turín-temurun. Ilmu pertaniannya masih dari leluhur dan orangtua mereka masing-masing. Harapannya tentu saja dengan pembinaan lebih intens, ada ilmu baru yang didapat sehingga produksi bisa ditingkatkan.

“Di daerah lain kalau bertanam bisa ganti-gantian. Sekarang tanam ini, setelah panen lain lain. Kalau di sini belum. Kami mau juga seperti itu,” ujarnya.

Selain itu ia ingin juga adanya bantuan alat pertanian sehingga memaksimalkan produksi. Plus, bantuan pemasaran. Kalau ketiga hal itu dilakukan, kesejahteraan para petani pasti akan meningkat katanya.

Harapan itu ia berikan kepada Nopran. “Saya kenal dengan Beliau. Sangat kenal. Saya dengar dia mau maju jadi Bupati, Alhamdulillah kalau benar. Selama ini jadi anggota dewan sangat peduli. Nanti kalau sudah jadi Bupati ini bisa ia lakukukan. Kan selama ini jadi dewan ada bantuan tenda, kursi, alat pertanian, Bibit dan infrastruktur . Kalau jadi Bupati, meningkat,” tukasnya.

Sementara itu Nopran Marjani menyambut baik harapan itu. Ia mengatakan ia akan memperjuangkan harapan tersebut. Menurut Nopran sudah seharusnya segala potensi yang ada dikembangkan..

Dengan memberikan pembinaan, ditambah bantuan alat pertanian dan memberikan pemasaran yang jelas akan mampu meningkatkan taraf hidup para petani. Apa lagi yang diinginkan itu sangat sesuai dengan potensi yang ada.

Nopran juga mengatakan satu hal yang ditekankan dalam pertanian tidak bisa menghimbau atau memaksa. Suatu program akan diterima bila sudah ada contohnya. Untuk itulah mereka harus diberi contoh.

“Saya sedang mengelola dan membuat demplot jagung dengan kelompok tani dibeberapa kecamatan dengan memberikan jaminan harga dan pasar.
Nah, ini akan saya jadikan model,” katanya.

Nanti kata dia mesti di daerah tersebut banyak potensi harus ada produk unggulan.”Salah satunya jagung yang saya kembangkan sekarang jagung ini harganya paling rendah Rp 2500 per kilogram jagung kering. Saya akan mempasilitasi agar ada jaminan harga dan pasar.”

Dengan demikian para petani akan merasa nyaman dalam berusaha dan sudah dapat menghitung berapa perdapatan mereka perpanen dan akan dikalkulasikan dalam setiap bulannya sehinga mereka semakin sejahtera, ujarnya.

Selanjutnya bila dipercaya masyarakat,kita  akan kawal dengan APBD untuk menjamin produk pertanian di Lahat. “Bukan mengabaikan potensi lain, tetapi setiap daerah harus ada unggulan untuk mensejahterkan masyarakat dan meningkatkan PAD pemerintah daerah, tukasnya. (ad/rul)

 

LEAVE A REPLY