Kredit 13 Persen DPK 11 Persen Target Pertumbuhan BCA 2015

0
934

 

RADAR PALEMBANG – Likuiditas perbankan tahun ini diprediksi masih akan ketat seperti tahun lalu. Penyebab utamanya adalah, kondisi makro ekonomi yang belum pulih. Kebijakan fiskal pemerintah yang sedikit longgar dengan penghapusan subsidi BBM tidak serta-merta akan membuat dana perbankan bisa melimpah.

Kepala Kantor Cabang Utama BCA Demang Lebar Daun yang juga Ketua Perbanas Sumsel Octovianus mengungkapkan, di Sumsel yang paling berpengaruh terhadap dana perbankan adalah mayarakat. Kondisi ekoniomi daerah ini yang sangat tergantung dengan komoditas belum ada jaminan bakal mengalami perbaikan. Harga karet dan sawit belum ada tanda-tanda akan membaik.

Makanya sambung dia, meski ruang fiskal pemerintah sangat longgar karena adanya dana dari penghapusan subsidi BBM tidak akan memberikan dampak yang berarti bagi dana perbankan. meski sebagian dana tersebut akan dikucurkan untuk proyek pembangunan di Sumsel.

‘’Namun meski kondisi likuditas tehun ini masih ketat seperti tahun lalu, celah untuk tumbuh tetap ada, namun bank tentu harus memiliki pola khusus untuk mendpaatkan dana seperti memperbanyak kerjasama dengan korporasi,’’ jelas dia.

BCA sendiri tahun ini hanya mematok pertumbuhan dana berkisar 11 persen dari posisi akhir tahun lalu. Meski target pertumbuhan tahun ini tidak terlalu tinggi, namun kondisi itu dinilai lebih baik dari posisi pencapain pertumbuhan dana tahun lalu.’’Tahun lalu BCA masih mampu mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) tapi tidak mencapai target,’’tukasnya.

Selain dukungan dalam negeri yang kurang, pengaruh global juga signifikan mempengaruhi kinerja lembaga keuangan termasuk perbakan. Belum lagi, kondisi ekonomi Amerika yang belum benar-benar pulih dari ressi. Ini menyebabkan, tapering off yang diwacanakanbelum dapat diterapkan. Akibatnya dana asing masing belum memiliki kepastian untuk berlari kemana, jika dana asing itu masuk ke Indonesia tentu likuiditas perbankan bisa longgar.

Sementara untuk sektor kredit, BCA tahun ini mematok pertumbuhan hanya berkisar 13 persen. BCA hanya berhadap pada dua sektor yang yakni hotel dan perdagangan yang dinilai masih bagus pangsa pasarnya. Meski tidak mengabaikan sektor lain, namun menurut Otis demi menjaga resiko NPL, BCA hanya mengutamakan sektor yang dinilai masih menjanjikan.

‘’Kita tidak mengabaikan sektor yang selama ini dinilai kurang produktif dalam hal penyerapan kredit, seprti pertanian, dan industri, namun BCA tetap akan mengucurkan kredit di sana jika debiturnya dinilai masih bagus,’’ katanya.

Kondisi seperti ini lanjut dia, kemungkinan besar akan menimpa semua perbankan, makanya persaingan kemungkinan besar bakal lebih ketat lagi. Sebab semua bank tentu ingin tumbuh, sementara pertumbuhan pasar perbankan tidak terlalu menjajikan.

‘’Kita tahun lalu hanya mampu mencatat pertumbuhan sangat tipis untuk dana, semetara kredit justru tidak tercapai target, hal ini menyusul upaya BCA yang lebih mengutamakan pembersihan ketimbang ekspansi bisnis, tahun lalu kita bekerja keras untuk menurunkan NPL yang sempat mendekati 2 persen, ketika tutup tahun hingga saat ini NLP kita sudah kembali ke posisi dibawah 1 persen,” beber dia. (iam)

LEAVE A REPLY