Konsultan Bodong Berkeliaran

0
635

RADAR PALEMBANG – Aksi mempermainkan angka pajak di tingkat perusahaan kian marak. Inilah yang menyebabkan bertebarannya konsultan bodong yang tidak mengantongi izin resmi Direktorat Jendral Pajak (DJP).

Sayangnya, berapa banyak jumlah konslutan bodong ini, sulit dideteksi. Mereka ada karena memang dibutuhkan perusahaan yang memiliki masalah dengan pajaknya.

Ketua AKP2I HM Aman Syafei mengatakan, Rabu (27/1), tugas pihaknya selaku pengurus AKP2I melakukan pemberantasan terhadap konsultan bodong. Sebab, mulai tahun ini, bagi pengusaha atau perusahaan yang mengurus permasalahan pajak namun di dampingi oleh konsultan yang tidak berizin, tidak akan diterima oleh petugas pajak.

Adanya pola kerjasama seperti ini, tentu membuat keberadaan konsultan bodong tidak akan berkembang. Mereka pasti akan sulit mendapatkan mitra, apalagi jika DJP tidak mau menerima setiap berkas pengajuan wajib pajak yang pendampingnya konsultan tidak berizin.

Selama ini keberadaan konsultan bodong selalu membuat ulah, sebab sistem kerjanya selalu ingin menang sendiri, dan berusaha memangkas dana pajak yang harus dibayarkan. Secara etika kerja saja sudah salah. “Setiap konsultan yang resmi dan memiliki izin operasi mereka sudah mendapatkan sertifikat resmi dari DJP pusat, tentu setelah melalui ujian yang komprehensif,” jelasnya usai acara pelantikan pengurus AKP2I di hotel Horizon Rabu (27/1).

Konsultan bodong sulit dideteksi, namun Aman Syafei mengakui, jumlahnya banyak. Mayoritas korporasi menggunakan konsultan bodong, terutama perusahaan yang pajaknya bermasalah. “Makanya konsultan itu dibayar untuk menyelesaikan permasalahan itu,” ujar dia.

Sementara itu, Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) Pangurus Daerah Sumsel menilai kinerja Ditjen Pajak tahun ini jauh lebih berat dari tahun lalu. Apalagi DJP mencanangkan tahun ini merupakan tahun penindakan.

Aman Syafei menilai, setiap tahun kinerja Ditjen Pajak selalu menjadi sorotan, karena apa yang mereka hasilkan erat kaitannya dengan keberlangsungan negara. Daya yang dihimpun DJP selalu paling tinggi menyumbang pendapatan negara.

Tahun lalu menjadi tantangan besar bagi seluruh pegawai DJP, pasalnya pemerintahan Joko Widodo menaikkan target penerimaan pajak diatas 40 persen. Namun pada kenyataannya target tersebut hanya bisa tecapai dikisaran 83 persen. “Meski kondisi tahun ini juga sulit, karena taret kenaikan penerimaan pajak juga cukup tinggi, tentu disisi lain masih banyak potensi pendapatan pajak yang belum tergali,” jelas Aman.

Kalangan pekerja mupun pelaku usaha yang selama ini masih menyembunyikan penghasilannya, dan tidak menyampaikan SPT, masih bisa dikejar. Apalagi, setelah tahun lalu menerapkan sistem pembinaan wajib pajak, dan tahun ini merupakan tahun penindakan, tidak ada alasan lagi bagi DJP untuk melunak dengan wajib pajak nakal.

Ketika tindakan sandera maupun penegakan hukum dilakukan, akan timbul efek jera dan bisa menyadarakan pelaku usaha yang kedapatan menyembunyikan aset kekayaannya. “Kami selalu konsultan yagn selalu menjadi mitra DJP siap untuk membantu dan sama-sama mengawal pendapatan negara dari sektor pajak,” katanya.

Dia mengatakan, setelah kepengurusan yang baru terbentuk baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, pihaknya akan langsung melakukan kondolidasi internal, membentuk kepengurusan tingkat II. Meski anggota resmi dari AKP2I baru 30 orang, namun semuanya sudah terdaftar secara resmi di DJP pusat. ‘

Kepala DJP Sumsel dan Babel Samon Jaya mengungkapkan, keberadaan konsultan pajak merupakan mitra Kantor Pelayanan Pajak. Sebab, mereka merupakan orang pertama yang berhubungan dengan wajib pajak sebelum pengurusan berkas di kantor pajak. “Objektivitas kerja yang dilakukan tentu sangat membantu tugas pegwai pajak,” kata dia.

Setiap tahun target penerimaan pajak selalu mengalami peningkatan signifikan. Untuk itu kata Samon, peran serta masyarakat utamanya konsultan sangat diperlukan. Sektor wajib pajak badan masih menjadi pekerjaan rumah yang berat. Sebab dari sisi target tahun lalu masih jauh. “Sementara untuk orang probadi, pencapaiannya malah melampaui terget,” kata Samon. (iam/dav)

 

 

LEAVE A REPLY