Komunitas-Komunitas yang Digandrungi Pejabat, Golf Perpaduan Tenaga dan Insting

0
569

 

RADAR PALEMBANG – MUNGKIN semua orang sepakat, jika golf merupakan salah satu olahraga paling mahal. Tidak heran, olahraga yang menggunakan perpaduan stik dengan bola ini, dimainkan menggunakan peralatan yang sangat mahal.

Untuk satu set stik golf, setidaknya membutuhkan uang minimal Rp30 juta, itu pun bukan stik yang berstandar international. Meski demikian, olahraga ini justru menjadi incaran kalangan pejabat dan pengusaha. Setiap kalangan eksekutif di Palembang hampir sama yakni, memiliki hobi dan kegemaran bermain golf.

Ada yang menjadikan olahraga ini sebagai ajang untuk reuni dengan rekan kerja, ada yang menjadikan sebagai turnamen pemanasan, dan ada juga yang menjadikannya sebagai fasilitas lobi-lobi. Golf merupakan yang paling disukai olah kalangan eksekutif. Sebab, untuk menggeluti olahraga ini harus mengeluarkan kocek cukup tebal hanya untuk membeli perlengkapan seperti bola dan stik golf.

Di Palembang sejauh ini baru memiliki satu lapangan golf. Otomatis kebaradaan lapangan ini menjadi pusat perkumpulan pejabat dan kalangan eksekutif setiap akhir pekan. Tidak jarang turnamen mini sering dilaksanakan saat akir pekan.

Manager Palembang Golf Club (PGC), Firzal Rasyid mengungkapkan, saat ini pengelola PGC terus melakukan perbaikan lapangan golf yang ada di Palembang. Sebab, saat ini tren masyarakat yang menggunakan lapangan ini terus mengalami peningkatan. Bahkan, saat akhir pekan jumlah pemain bisa mencapai 60+80 orang. Perbaikan dilakukan sebagai bentuk servis layanan kepada pengguna. Sebab, kebanyakan orang yang bermain disini merupakan kalangan eksekutif, pemerintahan, TNI, Polri hingga dari kalangan swasta.

“Lapangan ini termasuk lapangan tertua yang ada di Palembang, di atas lahan 72 hektar. Lapangan ini dibangun dengan aneka rintangan seperti pepohonan, banker dan kolah. Sehingga semua orang yang menggunakan lapangan ini butuh konsentrasi yang tinggi agar pukulan tepat sasaran,” katanya.

Menurutnya, ketika ada klub yang hendak bermain di lapangan ini, harus membayar uang green fee dikisaran Rp100 ribu perorang. Uang green fee disesuaikan dengan jenis usia, dan kelas yang diinginkan.

Namun, untuk biaya turnamen, harus membayar biaya tutup lapangan Rp40 juta dengan kapasitas peserta maksimal 150 orang. “Ketika turnamen, biasanya semua lapangan yang terdiri dari 8 hal akan dipakai, makanya seharian kita harus menutup lapangan dari akses pemain lain, uangnya cukup besar,” kata dia.

Menurutnya, bermain golf itu merupakan perpaduan antara tenaga dan insting. Bagaimana kekuatan tanga kita bisa menunggangi inting yang ada dikepala, sehingga bola yang kecil bisa tepat sasaran masuk kelobang yang sudah dikasih tanda bendera.

Meski stik golf berat, namun permainan ini tidak cukup hanya dengan mengandalkan tenaga. Untuk pukulan pertama saat star boleh saja membutuhkan tenaga yang ekstra. Namun, ketika sudah mendekati kurang dari 50 meter mendekati lobang maka yang berbicara disitu adalah insting dan kesabaran. “Makanya orang yang bermain di sini kebanyakan yang asudah berumur di atas 30 tahun. Sebab, jika tidak maka permainan bisa kacau. Bisa saja setiap pukulan yang dilakukan tidak kena sasaran,” jelasnya.

Jika orang yang bermain golf itu masih pekerja aktif, maka bisa mengimplementasikan trik dia bermain ke dalam dunia kerja. Mulai dari teknik mengatur sikap, mengatur kesabadan dan mengasa instik. “Dalam dunia bisnis ini tentu dibutuhkan,” tutupnya. (*/tamat)

 

 

LEAVE A REPLY