Kompak Tutup Mulut

0
1224

 

RADAR PALEMBANG  – Seluruh anggota DPRD Muba nampaknya masih tetap konsisten dan kompak untuk tidak memberikan komentar apapun atau tutup mulut terkait kasus suap yang melibatkan dua anggota DPRD Muba Bambang Karyanto dan Adam Munandar beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan di Gedung DPRD Muba, hampir sebagian besar anggota DPRD Muba datang untuk mengikuti rapat di ruang Badan Musyawarah (Banmus) terkait persiapan LKPJ.

Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan yakni Ketua DPRD Muba Raymod Iskandar, Wakil Ketua I Darwin AH, Wakil Ketua II Islan Hanura, dan Wakil Ketua III Aidil Fitri, serta beberapa anggota DPRD Muba seperti Parlindungan Harahap, Tapriansyah, Iwan Aldes, Dear Fauzul Azim, dan Ujang M Amin.

Namun sayang, dari seluruh anggota yang hadir tidak satupun berkenan memberikan komentar apapun terkait kasus suap tersebut. “Ya, kalau kita memberikan komentar nanti melangkahi ketua, silahkan konfirmasi langsung dengan Ketua DPRD,” ujar Ketua Komisi I DPRD Muba, Daer Fauzul Azim, saat dibincangi, kemarin.

Hal senada juga dikatakan anggota Komisi II DPRD Muba, Iwan Aldes, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menampik jika dirinya menerima uang suap dari Pemkab Muba, termasuk suap pada periode pertama di Januari lalu. “Saya tidak terima uangnya termasuk gelombang pertama,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Ketua DPRD Muba, Raymond Iskandar tidak memberikan komentar apapun saat ditanyai oleh awak media, bahkan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini berusaha menghindari kejaran dan pertanyaan dari awak media. “Saya mau sholat dulu, nanti saya kembali lagi ke kantor,” kilahnya sembari berjalan cepat menuju mobil dinas.

Tapi saat ditunggu hingga jam kerja habis, janji yang diberikan Raymond untuk kembali ke kantor tidak kunjung terjadi. Bahkan saat awak media mendatangi rumah dinasnya, juga tidak berhasil untuk ditemui guna diminta tanggapan terkait kasus suap dan pemanggilan anggota DPRD Muba oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Bapak sedang istirahat, tidak bisa diganggu,” ujar salah satu penjaga rumahnnya.
Terpisah, berdasarkan informasi yang dihimpun, sekretariat DPRD Muba menerima surat dari KPK yang ditujukan kepada 17 anggota DPRD guna dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus suap yang ditangani KPK saat ini.

“Ya, hari ini (kemarin) ada agen pengiriman barang datang ke kita dan mengantarkan surat dari KPK untuk 17 anggota DPRD Muba, surat panggilan sebagai saksi,” ujar salah satu pegawai Sekretariat DPRD Muba yang enggan menyebutkan namanya.

Dari ke-17 anggota DPRD yang dipanggil tersebut, diantaranya berinisial IIF, PH, SSB, YU, AB, SU, AH, EJ, TP, SO, IS, RI, IH, DAH, dan AF, serta satu pegawai sekretariat DPRD Muba. “Nah, kalau kapan waktu diperiksanya oleh KPK saya tidak tahu, karena tidak baca suratnya,” tandasnya.(ace)

LEAVE A REPLY