Kompak Menguat

0
1050

ou0a4n7t

JAKARTA -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis berkat aksi beli investor domestik. Investor asing memilih wait and see sehingga indeks ditutup datar.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 11.565 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.600 per dolar.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 2,307 poin (0,05%) ke level 4.893,386. Indeks bergerak datar menyusul aksi wait and see investor. Pelaku pasar masih mencermati laporan kinerja emiten triwulan I-2014.

Meski bergerak datar, Indeks bertahan di zona hijau. Saham-saham yang kemarin sudah turun mulai dilirik oleh investor. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 18,876 poin (0,39%) ke level 4.909,955 berkat aksi beli selektif investor di saham-saham unggulan. Indeks masih bergerak dalam rentang yang tidak terlalu lebar.

Indeks sempat menanjak sampai posisi tertingginya hari ini di 4.916,592. Setelah itu laju Indeks melambat akibat aksi jual investor asing. Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (24/4/2014), IHSG bertambah 6,564 poin (0,13%) ke level 4.897,643. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,124 poin (0,01%) ke level 829,475.

Aksi jual ini semakin ramai menjelang penutupan perdagangan. Perdagangan kali ini didominasi investor lokal, pemodal asing memilih wait and see.Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) tipis senilai Rp 5,69 miliar di pasar reguler dan negosiasi.

Perdagangan siang hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 179.262 kali pada volume 4,225 miliar lembar saham senilai Rp 5,345 triliun. Sebanyak 183 saham naik, 116 turun, dan 78 saham stagnan.

Pergerakan bursa-bursa regional mulai ke arah negatif siang ini, hanya bursa Jepang yang bisa menguat. Sentimen datarnya Wall Street semalam tidak memberi dorongan positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya adalah Century Textile (CNTX) naik Rp 800 ke Rp 8.500, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 500 ke Rp 360.500, Mayora (MYOR) naik Rp 325 ke Rp 29.000, dan Indocement (INTP) naik Rp 275 ke Rp 22.600.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 700 ke Rp 28.300, Bina Dana (ABDA) turun Rp 400 ke Rp 5.100, Multi Prima (LPIN) turun Rp 300 ke Rp 5.000, dan Tower Bersama (TBIG) turun Rp 300 ke Rp 6.250. (ang/hds)

LEAVE A REPLY