Kesbangpol Maksimalkan Armada, Atasi Kebakaran Lahan

0
287

 

RADAR PALEMBANG – Meski tidak seperti tahun lalu, musim kemarau tahun ini juga masih berpotensi menyebabkan kebakaran lahan akibat kemungkinan adanya titik api di sejumlah wilayah di Kota Prabumulih,. karena itulah,  Pemkot Prabumulih melalui badan keselamatan bangsa dan politik (Kesbangpol) yang juga membawahi unit pemadam kebakaran, akan memaksimalkan segala armada dan personel untuk mengatasi kemungkinan terjadinya kebakaran lahan.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Prabumulih, Marthodi, kepada wartawan  menjelaskan,  pihaknya saat ini terus memaksimalkan armada yang ada dan rutin melakukan pemeriksaan maupun perbaikan armada. “Kita optimalkan armada yang ada, kita sebar stiker dan imbauan ke lurah maupun kepala desa agar masyarakat jangan membakar lahan maupun membakar sampah dalam jumlah besar, kita juga rutin periksa armada sehingga tidak ada kendala ketika akan digunakan,” katanya, kemarin.

Menurutnya pula, berdasarkan data pada 2015 lalu, sepanjang tahun terjadi kebakaran sebanyak 210 kejadian kebakaran baik lahan, rumah maupun lainnya. “Rumah saja lebih dari 20 unit, ada mobil terbakar, ada lahan dan lainnya, total keseluruhan 210 kebakaran pada 2015. Tahun lalu itu kebakaran tertinggi sejak beberapa tahun, untuk tahun ini menurun dimana hingga Agustus baru 20 peristiwa kabakaran,” ujarnya.

Diterangkannya pula, meski musim kemarau tahun ini belum terasa dampaknya terutama masalah kebakaran, sudah seharusnya antisipasi harus terus dilakukan. “Bahaya kebakaran bisa terjadi kapan saja, karena itu kita perlu
mawas diri, terutama personel pemadam kebakaran, yang selalu stand by setiap saat diperlukan,” bebernya.

Terkait dengan belum dilakukannya pembangunan posko pemadam kebakaran yang sempat digulirkan, Marthodi menjelaskan bahwa keinginan tersebut sepertinya tidak akan terrealisasi. Penyebabnya, pemangkasan anggaran dilakukan pemerintah pusat membuat pembangunan posko menjadi terhambat.

“Rencana kita untuk mengatasi kebakaran yang sulit dijangkau dengan mendirikan posko-posko, namun dipastikan tidak bisa direalisasikan tahun ini karena keterbatasan anggaran,” tandasnya.

Dilanjutkan Marthodi juga,, tiga posko yang rencananya akan didirikan di Kecamatan Cambai atau di Pemkot Prabumulih, di Kecamatan Utara dan Rambang Kapak Tengah itu tidak akan terrealisasi lantaran untuk mendirikan satu posko lengkap dengan armada pemadam akan menelan dana lebih dari Rp 2 miliar. “Satu kendaraan pemadam saja bisa Rp 2 miliar belum alat lain, saat
ini keuangan sulit akibat pemangkasan jadi mana mungkin terrealisasi. Padahal tiga wilayah itu kita nilai sangat perlu pemadam karena selain jauh seperti RKT dan Cambai juga padat penduduk seperti di Kecamatan. Prabumulih Utara,” ungkapnya.

Marthodi menambahkan, pihaknya sendiri pada tahun lalu pernah mengajukan proposal bantuan ke kementerian pusat, namun setelah ditanya pihaknya tidak bisa dianggarkan akibat efesiensi anggaran dilakukan pemerintah. “Kita beberapa minggu lalu pernah menanyakan ke kementerian, tapi jangankan mau membantu kita, mereka saja mendapat pemangkasan anggaran,” pungkasnya. (wan)

LEAVE A REPLY