Kemenkumham Sumsel Amankan 20 WNA Buka Praktek Ilegal

0
373

 

 

RADAR PALEMBANG, Mencengangkan, pendapatan 20 Warga Negara Asing (WNA) yang ditangkap Imigrasi Palembang, kemarin. Dari praktek usahanya terapi pijat tanpa kelengkapan izin keimigrasian, omsetnya tembus Rp 1 miliar per hari.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (KemenkumHAM) Sumsel, Sudirman D Hury mengatakan, ke 20 WNA ini hanya berpasporkan izin wisata selama satu bulan. Mereka ini berasal dari Malaysia sebanyak 16 orang, 2 orang dari China, 1 orang dari Hongkong dan 1 orang dari Belgia.

Mereka ini membuka praktek terapi pijat yang mana setiap orang yang terapi harus membayar sebesar Rp 4,5 juta per orang sedangkan pasiennya banyak ditambah lagi pasian dari luar negara. “Tentu ini melanggar dan kami langsung menangkapnya,” katanya saat memberikan keterangan pers, Kamis (10/1).

Penangkapan ini berawal dari info jika ada warga negara asing masuk Palembang yang akan melakukan pameran dan terapi pijat. Kemudian, tim langsung mencari tahu dan mengikuti setiap kegiatan WNA tersebut hingga sore.

Kemudian, langsung dilakukan rapat untuk dilakukan operasi penangkapan di TKP. Pihaknya pun melihat adanya transaksi dari kegiatan tersebut hingga akhirnya ke 20 WNA ilegal ini pun ditangkap. “Barang bukti yang kami amankan yakni paspor wisata selama satu bulan,” katanya.

Ia mengaku ke 20 WNA ini juga sebelumnya pernah ke Medan dan Bali. Namun, berhasil ditangkap saat di Palembang. Saat ini, pihaknya tengah mencari tahu siapa yang mengkoordinir WNA tersebut.

Menurut keterangan dari salah satu WNA jika yang mengkoordinir ini yaitu Chris Liong yang ikut tertangkap. “Sedikit sulit mencari info nya karena mereka tidak bisa berbahasa Inggris hanya bahasa China saja. Tapi, biasanya mereka ini hanya 2-3 hari saja tidak sampai satu bulan dan langsung berpindah lagi,” katanya.

Nantinya, kasus ini akan didorong ke ranah pidana umum melalui ketenagakerjaan dan dinas kesehatan. Mengingat izinnya tidak ada.

Jika memang melanggar tentunya akan mendapatkan hukuman penjara selama lima tahun dan denda. “Maunya kami mereka (20 WNA) ini dipenjarakan, tidak hanya dideportasi,” katanya. (tma)

 

LEAVE A REPLY