Kebijakan LTV Terus Dilonggarkan

0
76
Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Juda Agung selfi bersama usai kuliah umum di aula MM UNSRI Kamis (15/8).

RADAR PALEMBANG – Pelonggaran kebijakan makro prudensial yang dilakukan Bank Indonesia awal tahun lalu mulai membuahkan hasil untuk sektor Properti untuk rumah tipe tertentu.

Menurutnya, kebijakan pelonggaran makro prudensial yang sudah dilakukan oleh BI dengan mendorong penetrasi kredit. “Dalam kondisi sekarang dengan fase pertumbuhan kredit yang sedang turun terus mendorong melalui berbagai k3bijakan, melonggarkan LTV, kita juga longgarkan kebijakan ring yang berlaku sejak 1 Juli lalu, dan kita juga melonggarkan kebijakan PLM (penyangga likuiditas makropridensial).

“Ini ditujukan untuk memberikan kelonggaran  atau ruang yang lebih luas untuk menyalurkan kredit,” jelas Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Juda Agung saat acara kuliah umum di aula MM UNSRI Kamis (15/8).

Menurutnya dari sekian banya pelonggaran kebijakan makroprudensial yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia, KPR dengan penurunan loan to value sudah membuahkan hasil.

Sebenarnya LTV sudah sangat longgar, tahun lalu kita longgarkan. Rumah pertama bankan tidak ada batas LTV, sementara untuk rumah kedua dan seterusnya kita hanya berlakukan LTV 20 persen, artinya maksimal DP yang dikenakan hanya 20 persen. Kebijakan lain dari pelonggaran LTV ini juga berlaku untuk rumah inden.

“Dari sisi inden kita sudah buka samoai dengan rumah kelima. Pelonggaran kebijakan ini dampaknya sudah mix. Untuk rumah yang tipe 20 sampai 70 trennya positif, tapi untuk apartemen masih belum sebab sebelumnya apartemen sudah over suplay,” jelasnya.

Rumah tipe 20 sampai 70 sejauh ini progresnya sangat bagus. Pelonggaran LTV yang diberlakukan hasilnya positif. Kita berharap penyaluran kredit perbankan bisa lebih ekspansif aetidaknya kesektor properti.

“Kita berharap disemester kedua ini perbankan lebih bisa memacu kreditnya, sehingga ekonomi bisa bergerak. BI sudah melakukan penurunan atau pemangkasan suku bunga acuan, perbankan juga diharapkan menyesuaikan sehingga efeknya akan menggairahkan kredit dan penempatan dana,” terangnya. (iam)

LEAVE A REPLY