Kearfian Lokal di Kriya Sriwijaya

0
188
Gubernur Provinsi Sumsel Herman Deru saat meresmikan Gedung Kriya Sriwijaya Sebagai Pusat Edukasi, Pengembangan Dan Pemasaran Kerajinan Sumsel.

RADAR PALEMBANG – Gubernur Provinsi Sumsel Herman Deru Meresmikan Gedung Kriya Sriwijaya Sebagai Pusat Edukasi, Pengembangan Dan Pemasaran Kerajinan Sumsel.  Peresmian Gedung Kriya Sriwijaya dilakukan Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru ini merupakan ide dan gagasan dari Hj. Febrita Lustia Herman.

Deru mengatakan akan memanfaatkan Gedung Kriya Sriwijaya sebagai tempat Edukasi dan Pengembangan bagi masyarakat sekaligus Pemasaran bagi para pelaku pembuat kerajinan khas Sumsel.

“Kerajinan khas Sumsel harus terus di pertahankan, karena merupakan kearifan lokal dan budaya Provinsi Sumsel,” kata Deru, Rabu (12/8).

Lanjut Deru, apa yang dilakukan Ketua Dekranasda Prov. Sumsel merupakan ide yang sangat baik untuk membantu para pelaku UKM khususnya yang bergerak dibidang kerajinan tangan khas Sumsel, untuk mengenalkan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat Iuas khususnya di wilayah Sumsel. “Jaman boleh moderen tapi kearifan lokal harus tetap di jaga,” ungkapnya.

Gedung Kriya Sriwijaya diresmikan berdasarkan 3 komponen penting yaitu Edukasi, Pengembangan dan Pemasaran. Untuk itu, kata Deru,  ketika ini telah saya resmikan maka ada satu yg hal yang harus kita pertahankan yaitu kearifan lokal.

“Apa yang dilakukan hari ini kedepannya membutuhkan kerja keras kita semua khususnya Ketua dan Wakil Dekranasda untuk menjadikan Gedung Kriya Sriwijaya sebagai tempat yang mengedukasi bagi siapapun yang hadir dan mengembangkan kemampuan dari Para Pelaku UKM, serta menjadi tempat Pemasaran yang baik bagi Para Pengrajin,” ujar Deru. (dav) 

 

LEAVE A REPLY