Investasi Masuk ke KEK TAA Capai Rp 100 Triliun

0
473

 

RADAR PALEMBANG, Pemengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api Api yang dilakukan Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendapatkan lirikan dari sejumlah investor. Tercatat, saat ini sedikitnya sudah ada 12 perusahaan yang menyatakan tertarik menempatkan tenant di kawasan tersebut, dimana 10 diantaranya telah meneken Memorandum of Understanding (MoU).

Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel (SMS) selaku badan usaha pengelola KEK TAA, IGB Surya Negara mengatakan, KEK TAA menjadi magnet tersendiri bagi investor untuk menanamkan modalnya ke Sumsel. Hal itu juga berkat kerja keras Pemprov Sumsel bersama stakeholder terkait dalam menawarkan potensi kawasan pelabuhan internasional tersebut ke sejumlah investor, baik local maupun mancanegara. “Total saat ini ada 12 perusahaan yang akan berinvestasi di KEK TAA. Kemudian 10 perusahaan diantaranya sudah menandatangani pra kontrak kerja saja, sisanya tinggal menunggu waktu saja,” kata dia, Senin (18/12)

Perusahaan yang telah meneken pra kontrak tersebut yakni PT DEX Indonesia (kilang pengolahan minyak mentah) dengan kapasitas 100 ribu barel per hari (bph) dan tangki timbun minyak berkapasitas 12 juta barel, dan telah mengantongi izin lengkap untuk investasi di Kawasan Tanjung Carat.

Lalu, PT Sriwijaya Tanjung Carat (STC), PT Indocoal International (pembangkit listrik), PT Hydro Cipta Energi (pengolahan air bersih), Bank Sumsel Babel (BSB), dan PT Indo-Rama Synthetics Tbk (petrokimia).

Kemudian, PLN, PT Bosowa, PT Alber Multi Kencana, dan PT Telkom Multi Karya. Nah dua lagi yakni Pelindo II dan PT Pusri akan segera menyusul untuk melakukan penandatanganan pra kontrak. “Nilai investasi total dari calon tenant tersebut sekitar Rp 100 triliun lebih,” katanya.

Dia menjelaskan, di KEK TAA nanti akan dibagi empat zona sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 51/2014 tentang KEK TAA. Adapun keempat zona tersebut adalah, pengolahan ekspor, logistik, industri, dan energi. Pengolahan ekspor misalnya industri sawit dan karet. Bahkan, imbuh Surya, KEK TAA juga akan didesain untuk menampung industri skala kecil (UMKM).

Sementara terkait pengembangan KEK TAA sendiri, kata dia, sejauh ini PT Sriwijaya Tanjung Carat (STC) selaku investor yang membangun kawasan telah memulai pengerjaan gerbang kawasan dan jalan. “Kita kejar tayang, hingga Juni tahun depan    harus sudah terbangun gerbang kawasan, kantor pengelola dan kantor administrator serta infrastruktur temporary fasility, termasuk pembebasan minimal sampai dengan. 217 hektar, sekarang baru 66,13 hektar,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin belum lama ini juga menawarkan potensi investasi di kawasan KEK TAA kepada 30 investor asal New Zealand pada kegiatan Round Table Business. “Banyak potensi alam yang dapat dikembangkan di Sumsel. Seperti karet, investasi karet, kemungkinan investasi produk berbahan karet dan gheotermal, kemudian, Pemprov Sumsel juga menawarkan sejumlah kemudahan berinvestasi sesuai ketentuan Undang-Undang,” katanya.(tma)

LEAVE A REPLY