Karet Anjlok Ekonomi Rakyat Tak Stabil

0
720

 

RADAR PALEMBANG –  Masyarakat se-kabupaten penukal Abab Lematang Ilir(PALI) terjerit akibat Anjloknya harga jual karet diwilayahnya,sebab harga jual karet sekarang hanya antara Rp 5.000, hingga Rp 7000, perkilonya.

Dari harga ini yang dirasakan oleh masyarakat tidak seimbang dengan harga sembako yang terlalu tinggi, karena harga beras sekarang ini 9000 perkilonya,sementara harga karet itu hanya 5000,sampai 7000,-perkilonya. Ini secara otomatis pendapatan dan pengeluaran rakyat perharinya tidak stabil, akibat harga karet seperti ini membuat ekonomi rakyat diwilaya pali ini menjadi tidak stabil dan morat-marit.

Umar salah satu petani karet di PALI mengatakan, dengan anjloknya harga karet seperti sekarang ini, semua masyarakat Pali seperti terhimpit oleh tekanan ekonomi. “Kami berharap betul kepada pihak pemerintah dapat memberikan solusinya,agar harga karet ini bisa meningkat,agar ekonomi rakyat menjadi stabil,dan rakyat akan sejaterah.”ujarnya.
Menurut Umar, dulu saat harga karet tinggi masyarakat disini hidup sejahtera. “Kini setelah harga karet anjlok banyak petani yang kendraannya disita leasing karena tak mampu membayar kredit motor ataupun mobil,”ujarnya.

Hal yang sama diungkap petani karet lainnya War, yang saat ini sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari hari. “Sekarang kita makan saja sulit, apalagi mau belanja,”ujarnya,
sementara itu, anggota DPRD Muara Enim,Aries HB mengatakan, dengan turunnya harga karet seperti sekarang ini, bukan faktor dari kualitas karetnya,tetapi ini sesuai dengan harga pasar dunia

“Kami dari DPRD juga sering membahas permasalahan ini,tetapi ini juga bukan berarti kesalahan dari pemerintah , juga bukan berarti pemerintah itu lepas tangan dengan masalah ini,masalah ini memang benar-benar tergantung dari harga pasar dunia,”ungkapnya.(rd4)
 

LEAVE A REPLY