Kapolda : Tegas itu Diperlukan!

0
717

 

RADAR PALEMBANG – Musim paceklik yang melanda Sumsel, menimbulkan tindak kejahatan. Tak segan-segan, pelaku menggunakan senjata tajam atau senjata api untuk melukai korbannya bila melawan.

Seperti kasus perampokan yang menewaskan satu keluarga dan karyawati yang dirampok lalu diperkosa pelaku beberapa lalu, membuat masyarakat takut dengan pelaku kejahatan yang tidak segan-segan membunuh korbannya.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri didampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol R Djarod Padakova menuturkan, memang dengan adanya paceklik yang terjadi di Sumsel pastinya akan menimbulkan tindak kejahatan yang meningkat. Tetapi, pihaknya juga terus berupaya agar tindak kejahatan tidak terus berkembang dan meresahkan masyarakat. “Pastinya Preentif dan prefentif selalu dikedepankan jajaran untuk menekan tindak kejahatan, tetapi tindakan tegas dilapangan memang diperlukan,” kata Prof Iza.

Anggota yang ada di lapangan mempunyai kewenangan untuk memberikan rasa aman dan bertindak tegas terhadap pelaku kejahatan. Terlebih bila pelaku kejahatan yang menggunakan senjata tajam dan api yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta anggota itu sendiri.

Tindakan tegas pastinya didasari dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ada. Sehingga, tindakan tegas yang dapat membahayakan masyarakat dan anggota di lapangan dapat dilakukan untuk menindak pelaku kejahatan.

“Membedakan orang secara budaya, ada karena budaya yang selalu membawa senjata tajam atau api. Tetapi budaya itu yang tidak baik dan harus dihilangkan,” jelasnya. Bagi orang yang membawa atau memiliki senjata tajam atau senjata api, dipastikan telah melanggar UU darurat. Karena tidak diperbolehkan seseorang membawa senjata tajam atau api tanpa ada izin dari pihak yang berwenang.

“Ini yang harus ditindak lanjuti, membawa senjata tajam atau api jangan berkembang terus. Ini membutuhkan kesadaran dari masyarakat dan bantuan dari semua pihak agar tidak lagi membawa senjata tajam atau api,” katanya.(mil)

LEAVE A REPLY