Kaleidoskop Telekomunikasi 2014 “Ada Datang Ada Pergi”

0
1009

RADAR PALEMBANG – Tahun 2014 tinggal menyisakan beberapa hari lagi, seluruh masyarakat didunia tidak terkecuali di Sumsel, akan menyambut tahun baru 2015 dalam kalender cina disebut sebagai tahun kambing kayu.

Setelah pada edisi sebelumnya, Radar Palembang menyuguhkan berita prediksi dan analisa mengenai gambaran kondisi perekonomian Sumsel. Gambaran secara umum, kondisi perekonomian Sumsel sepanjang tahun 2014 tidak lebih baik dari tahun 2013 lalu, tak membuat pelaku bisnis telekomunikasi serta perhotelan untuk melirik Sumatera Selatan

Berikut akan kami sajikan kilas balik telekomunikasi serta perhotelan yang hadir di Sumatera Selatan menjadi market menggiurkan bagi pelaku telekomunikasi serta perhotelan dalam kurung waktu satu tahun ini.

Di telekomunikasi, teknologi baru dan brand smartphone hadir di kota Palembang begitupun di dunia perhotelan maraknya event diselenggarakan membuat hotel dan pusat perbelanjaan mulai bermunculan.

Kebutuhan akan kecepatan mengakses data serta kecanggihan dari smartphone membuat pelaku telekomunikasi terus mengembangkan teknologinya untuk melirik market internet, meningkatnya penggunaan internet berdampak terhadap tak beroperasi lagi operator Flexi yang hanya mengandalkan pemasukkan dari voice dan sms.

 Indosat Lauching Teknologi U900

Market pengguna layanan data di kota Palembang menjadi fokus operator untuk meningkatkan profit perusahaan beberapa tahun belakang. Penambahan kualitas menjadi salah satu stategi operator meningkatkan market data.

Seperti dilakukan Indosat yang meluncurkan jaringan terbaru di kota Palembang yang memiliki kecepatan hingga 42 Mbps dengan melauching jaringan baru super internet cepat di Palembang Square, Sabtu (13/9).

Swandi Tjia, head of regioan Sumatera Indosat mengungkapkan, alasan Indosat  menghadirkan teknologi terbarunya terbarunya di kota Palembang, penggunan paket data di tanah air ini terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun. Pihaknya untuk meraih market pengunaan layanan data ini terlebih dari ke fokus wilayah yang pengunaan data terbilang cukup tinggi seperti di kota besar di Pulau Jawa.

“Kenapa melakukan modernisasi jaringan terbaru di Kota Palembang dengan meluncurkan teknologi U900, karena sebelumnya kita terlebih dahulu fokus meraih market data di pulau Jawa. Ke depannya kami fokus di Pulau Sumatera dan Kalimantan,” kata Swandi,

Dirinya optimis dapat meraih market data di Kota Palembang, dengan adanya jaringan baru yang kecepatan mencapai 42 Mbps. Dijelaskannya, modernisasi dilakukan terhadap jaringan 3G pada frekuensi 900 Mhz. Jalur frekuensi ini terbilang baru dan hanya Indosat yang telah memiliki izin dari pemerintah untuk mengimplementasikan teknologi terbaru tersebut.

Selain itu, coverage dari frekuensi ini terbilang lebih luas hingga radius 12 Km. Angka ini 4 kali lipat dibandingkan frekuensi biasa yang hanya beradius 3 Km, sehingga semakin luas dan sinyalnya pun semakin bagus sehingga layanan internet akan lebih cepat dan baik. “Penggunaan frekuensi 900 Mhz mampu memperkuat sinyal. Pasalnya, sinyal dari frekuensi ini bisa digunakan dalam posisi indoor maupun outdoor.” tuturnya.

Telkom Flexi Tutup

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menghentikan layanan flexi dengan bermigrasi ke Telkomsel. Dihentikannya layanan fixed wireless access berteknologi Code Division Multiple Access (CDMA) itu lantaran stagnannya growth layanan flexi yang ditunjukkan dengan terus merosotnya pelanggan flexi pada everage hingga 60%

 “Layanan telepon nirkabel terbatas ini akan ditutup lantaran perkembangan telepon CDMA cenderung stagnan dan menurun. Dibawa ke luar negeri tidak bisa, masuk ke kabupaten dan kota pun harus mengganti kode wilayah dan lainnya.,”kata General Manajer PT Telkom Wilayah Sumsel, Henriyanto Toha,

Secara nasional, lanjut Toha, saat ini kuantitas pelanggan flexi merosot signifikan dari 11 juta pelanggan (tahun 2013) menjadi 5 juta pelanggan (semester I/2014).  Bahkan dapat dikatakan jika melihat prospek ke depan layanan CDMA di seluruh dunia dinilai tidak berkembang seiring dengan terus tumbuh berkembangnya teknologi terkini saat ini.

“Khusus pelanggan flexi di Sumsel rata-rata terjadi penurunan hingga 60%. Penurunan kuantitas pelanggan ini terjadi diseluruh provinsi di Indonesia,”kata Toha

Imigrasi layanan Flexi, membuat pihaknya terus melakukan ekspansi bisnsi lain yang dinilai sangat prospektif untuk berkembang seperti layanan wifi ID. Layanan wife ID yang diimplementasikan sejak tahun 2013 lalu berhasil menggaet 1.300 akses poin di Palembang.

“Layanan wife ID ini merupakan sinergitas antara wifi dengan speddy. Cukup memasukkan username dan pasword, pengguna dapat berjelajah didunia maya. Sekarang ini memang zamannya data akses,”ujarnya.

Sementara itu, Manajer Customer Service Telkom Sumsel, Fahmi menambahkan ditahun ini pihaknya menargetkan mampu merangkul 5000 akses poin menggunakan layanan wifi ID. Layanan wifi ID saat ini sudah berada di titik strategis seperti di sejumlah mal, pendidikan, rumah sakit, perhotelan, kawasan publik dan lainnya.

 “Untuk wifi ID ini memiliki jangkauan hingga 20meter. Pelanggan telepon rumah pun bisa menggunakan layanan wifi ini. Asalkan nomor telepon dan speddy didaftarkan dahulu,”ucapnya.

 Disamping layanan wifi ID, pihaknya juga memiliki layanan wifi corner yang berada di 23 lokasi di Palembang seperti di Depkeu, PIM, AMIK, Rumah Makan Saiyo Sakato dan lainnya.       “Tahun ini saja kami targetkan mampu memasang wifi corner di Palembang hingga diangka 200 titik. Pengguna dapat menjelajah dunia maya dengan kecepatan akses hingga 100megabyte.”tuturnya. (ben)

            

LEAVE A REPLY